Depok (ANTARA) - Tiga mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dari Program Studi Bisnis Kreatif, Program Pendidikan Vokasi menciptakan inovasi UMKM-GO yang menghadirkan solusi digital untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Tim inovator UMKM-GO, yaitu Muhammad Fayadh, Adiba Khanza Aleyna Putri, dan Stevy Fiter Andina Simatupang, tergerak menghadirkan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu pelaku UMKM dalam menganalisis kelayakan usaha secara objektif, terstruktur, dan berbasis data.
“Dengan memanfaatkan AI, platform UMKM-GO mampu memberikan analisis yang cepat, konsisten, dan dapat diakses oleh banyak pengguna. Platform ini tidak hanya membantu UMKM meningkatkan kualitas manajemen, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir menuju pengambilan keputusan berbasis data,” ujar Muhammad Fayadh di Depok, Senin.
Melalui inovasi platform berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernama UMKM-GO, mereka menghadirkan solusi digital untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
UMKM-GO hadir sebagai jembatan antara pelaku UMKM dan investor. Banyak UMKM belum memiliki dokumentasi usaha yang memadai, sehingga menyulitkan proses penilaian oleh pemberi dana.
Melalui platform ini, UMKM dapat memperoleh skor kesiapan usaha lengkap dengan analisis mendalam dan rekomendasi strategis. Investor pun dimudahkan dengan sistem screening yang lebih efisien untuk menemukan UMKM potensial.
Pendekatan ini menunjukkan pemanfaatan big data berbasis AI yang mampu mengolah, menganalisis, dan menginterpretasikan data dalam jumlah besar menjadi informasi bernilai, sehingga menghasilkan solusi nyata bagi pengembangan ekosistem bisnis.
Lebih dari itu, inovasi UMKM-GO juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Pada SDG nomor 8 (Decent Work and Economic Growth), UMKM-GO mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha melalui analisis kinerja yang lebih akurat.
Sementara pada SDG nomor 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), platform ini memperkuat infrastruktur digital sektor UMKM dengan pemanfaatan teknologi AI yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Safrin Arifin, mengatakan prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Vokasi UI mampu menghadirkan inovasi unggul secara teknologi sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"UMKM-GO mencerminkan integrasi antara ilmu pengetahuan, inovasi, dan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan,” katanya.
Meski demikian, tim menyadari bahwa tantangan utama implementasi platform ini terletak pada kualitas dan validitas data UMKM.
Untuk itu, mereka mengembangkan sistem dengan mekanisme validasi sederhana guna memastikan akurasi hasil analisis. Nantinya, UMKM-GO diharapkan dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan pemerintah, lembaga keuangan, dan mitra strategis lainnya, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam program pembinaan UMKM yang lebih terarah, inklusif, dan berbasis data.
Lahirnya inovasi UMKM-GO membuktikan bahwa UI terus menjadi wadah bagi lahirnya talentakreatif yang mampu menghadirkan inovasi dengan dampak nyata dan bagi masyarakat.
Dengan inovasi UMKM-GO yang meraih prestasi nasional dengan Bronze Medal dalam ajang Ignite Future Fest National Essay & Business Plan Competition di UIN Sunan Gunung Djati, Bandung.
Baca juga: Vokasi UI luncurkan Living Lab bangun ekosistem ekonomi kreatif





