Jakarta (ANTARA) - Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi aset kripto, khususnya, terus meningkat seiring kemudahan akses dan semakin jelasnya regulasi. Pemerintah pun memperkuat pengawasan industri ini melalui peralihan kewenangan dari ke (OJK) yang resmi berlaku sejak 10 Januari 2025, berdasarkan Undang-Undang No. 4 Tahun 2023.
Dalam kerangka regulasi baru tersebut, OJK telah merilis daftar 29 platform bursa kripto berlisensi yang beroperasi secara legal di Indonesia. Platform-platform ini diwajibkan memenuhi standar keamanan, transparansi, serta perlindungan konsumen yang ketat guna meminimalkan risiko investasi.
Salah satu platform yang termasuk dalam daftar tersebut adalah Ajaib Kripto. Aplikasi ini menawarkan proses registrasi yang relatif cepat melalui verifikasi identitas (KYC) menggunakan KTP, serta menyediakan berbagai metode deposit, mulai dari transfer bank hingga dompet digital. Selain itu, akses investasi kini semakin terbuka bagi masyarakat luas. Investor tidak lagi harus beli Bitcoin secara utuh.
Keunggulan Ajaib Kripto Yang Menjadi Tempat Ideal untuk Beli Bitcoin
1. Aplikasi Mudah Dengan Tampilan Sederhana dan User Friendly
Ajaib Kripto memiliki aplikasi yang super ramah untuk para pemula, aplikasi ini dinilai sangat mudah dipahami, bahkan untuk orang yang baru pertama kali membuka aplikasi investasi.
Tampilan Ajaib Kripto didesain agar pengguna bisa langsung paham fiturnya. Dari dashboard utama, Anda bisa langsung melihat portofolio, grafik harga real-time, dan melakukan transaksi beli/jual lebih dari 750+aset kripto hanya dalam hitungan detik. Informasi yang disajikan jelas dan tidak membingungkan, sehingga cocok untukmu yang baru belajar investasi.
2. Proses Deposit dan Transaksi Praktis
Ajaib Kripto memungkinkan deposit dana dengan mudah melalui berbagai bank lokal dan e-wallet. Yang menarik, tidak ada deposit minimum untuk mulai berinvestasi di Ajaib. Namun untuk pembelian aset kripto, mulai dari US$1-an.
3. Cocok untuk Investor Baru Maupun Berpengalaman
Untuk pemula, salah satu strategi yang kerap direkomendasikan adalah Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu metode pembelian aset secara rutin dalam jumlah tetap tanpa terpengaruh fluktuasi harga. Strategi ini dinilai mampu membantu mengelola risiko sekaligus membangun kebiasaan investasi jangka panjang.
Dari sisi fitur, sejumlah platform kripto saat ini juga telah dilengkapi dengan teknologi pendukung seperti stop loss dan take profit untuk manajemen risiko, hingga grafik analisis teknikal bagi investor berpengalaman. Kemudahan antarmuka pengguna juga menjadi faktor penting dalam mendorong adopsi, khususnya bagi investor pemula.
Aset kripto ini dapat dipecah hingga satuan terkecil bernama Satoshi, di mana 1 Bitcoin setara dengan 100 juta Satoshi. Dengan demikian, masyarakat dapat mulai berinvestasi dengan nominal kecil, bahkan mulai dari kisaran puluhan ribu saja di berbagai platform resmi.
Berdasarkan data pasar per 21 April 2026, harga Bitcoin berada di kisaran 74.980 hingga 75.919 dolar AS, atau sekitar Rp1,29 miliar hingga Rp1,30 miliar per keping. Meski demikian, skema pembelian fraksional membuat aset ini tetap dapat diakses oleh investor ritel.
Dengan regulasi yang semakin jelas dan pilihan platform yang diawasi secara resmi, investasi kripto di Indonesia dinilai semakin aman. Namun demikian, investor tetap diimbau untuk memahami risiko, memilih platform legal, serta menerapkan strategi investasi yang terukur sebelum mulai bertransaksi.





