Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Papua Melawan Agresi Militer menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor DPR Papua Tengah, Jalan Jenderal Sudirman, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Senin (27/4/2026).
Aksi ini merupakan bentuk protes keras atas dugaan kekerasan terhadap warga sipil yang terjadi di Distrik Kemburu dan Pogoma, Kabupaten Puncak.
Dalam suasana yang dikawal ketat oleh aparat keamanan, para demonstran menyampaikan aspirasi yang menyoroti krisis kemanusiaan dan keamanan di wilayah pegunungan Papua Tengah.
Baca juga: Wakapolres Jayawijaya Hingga Anggota DPR dan IRT Jadi Korban Demonstrasi Rusuh
Perwakilan massa secara resmi menyerahkan dokumen tuntutan kepada pimpinan DPR Papua Tengah untuk ditindaklanjuti.
Aspirasi tersebut diterima langsung oleh Ketua DPR Papua Tengah, Delius Tabuni, didampingi anggota DPR lainnya seperti Anis Labene.
Terdapat beberapa poin utama yang menjadi tuntutan massa dalam aksi tersebut, di antaranya :
1. Bantuan sembako harus terstruktur, terorganisasi dan bertahap bagi warga sipil selama mengunsi.
Baca juga: Jarinus Murib Kecam Drama Putar Balik Fakta Penembakan Bocah Puncak
2. Segera membuka cabang PMI di Kabupaten Puncak.
3. Pemkab Puncak segera merespon dan memfasilitasi pendidikan bagi anak-anak pengungsi.
4. Dinas Kesehatan Puncak untuk segera ke titik-titik pengungsi untuk memberikan bantuan kesehatan.
5. Anggota DPR Puncak dan DPR Papua Tengah segera membentuk pansus untuk mendorong kasus HAM ke ranah hukum.
6. Meminta Presiden Prabowo Subianto segera tarik TNI non organik dari wilayah sipil di Tanah Papua.
Baca juga: Mengenal Mantra Lokal, Cara Baru Menjaga Warisan Cita Rasa Masakan Nusantara
7. Rakyat Papua Kecam aparat TNI agar stop menggunakan fasilitas publik seperti sekolah, gereja, dan kantor-kantor.
8. Dilarang membuka pos keamanan baru pada wilayah sipil di Distrik Kemburu dan Pogoma.
9. Tim independen Komnas HAM segera turun lapangan untuk menyelidiki fakta kejadian.
10. MRP segera melaporkan kasus pelanggaran HAM kepada dewan PBB.
11. Ungkap, tangkap, adili dan pecat pelaku pembunuhan terhadap belasan warga sipil di Kabupaten Puncak.
Baca juga: Jhon Tabo Bongkar Aib Data Bupati yang Bikin Anggaran Papua Pegunungan Terjun Bebas
12. TNI, Polri dan TPNPB-OPM segera menetapkan wilayah sipil dan medan perang yang jelas, agar masyarakat tidak menjadi korban.
Ketua DPR Papua Tengah, Delius Tabuni, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memfasilitasi setiap aspirasi rakyat hingga ke tingkat pusat.
"Kami tidak pernah membuang satu pun aspirasi. Semua kami fasilitasi sampai ke Jakarta. Sebagai anak negeri, kami merasakan apa yang rakyat rasakan dan tidak akan tinggal diam," kata Delius di hadapan massa.
Baca juga: Aksi Massa di Wamena Berujung Ricuh Akibat Oknum Diduga Intelijen Tendang Peserta Demo
Namun, Delius juga mengingatkan agar penyampaian pendapat dilakukan dengan cara yang bermartabat.
"Ini rumah kita bersama, harus dijaga. Jangan lagi melempar gedung ini (honai laki-laki), karena ini tempat kita berbicara untuk mencari solusi," ujarnya.
Senada dengan Delius, anggota DPR Papua Tengah, Anis Labene pihaknya terbuka menerima aspirasi masyarakat sebab itu merupakan tanggungjawab mereka.
Namun ia meminta masyarakat memahami batasan kewenangan lembaga daerah.
Baca juga: Percepat Penanganan Penyakit Menular, Wamenkes dan DPR Tinjau Fasilitas Kesehatan di Jayapura
"Kami di DPR melanjutkan ke pihak berwenang, dalam hal ini pemerintah pusat. Kami bekerja lewat kolaborasi, seperti pembentukan pansus pengungsi yang sudah dilakukan sebelumnya. Kami turun ambil data dan kajian untuk disampaikan ke DPR RI atau DPD RI," jelas Anis.
Anis juga mengungkapkan kekecewaannya atas kerusakan fasilitas kantor dan kendaraan yang terjadi selama aksi.
Dia menekankan, pentingnya kedewasaan dalam berdemokrasi agar substansi tuntutan tidak tertutup oleh tindakan anarkis.
"Kalau semua berjalan tertib, maka tujuan dapat tersampaikan dengan baik," ujarnya.
Selain itu dia juga mengapresiasi langkah humanis Polres Nabire dalam mengawal aksi ini, dan berharap kerjasama ini terus terjaga agar tidak ada pihak luar yang memanfaatkan situasi.(*)