Laporan Wartawan TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI UTARA- Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) buka suara terkait adanya dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan pegawainya.
Pegawai tersebut diduga seorang petugas kebersihan (OB) perempuan berinisial LKW sebagai korban, sementara pelaku adalah sopir (driver), W.
Pihak kampus melalui Kepala Biro Humas Ubhara Jaya, Yudhistira Ardi Poetra, mengatakan terkait dugaan kasus tersebut, masih dalam tahap pendalaman.
Pendalaman dilakukan diantaranya oleh satuan tugas (satgas) yang menangani dugaan pelanggaran di lingkungan akademik, termasuk yang melibatkan tenaga kerja.
“Kami masih mendalami kasus ini. Nanti akan ditindaklanjuti melalui satgas yang ada,” kata Yudhistira di Ubhara, Senin (27/4/2026).
Yudhistita memastikan, kampus akan bersikap tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran.
Namun hingga kini, proses penanganan kasus tersebut masih berjalan, baik di internal kampus maupun di pihak kepolisian.
“Pasti akan kami tangani. Karena ini berdampak besar,” jelasnya.
Sebagai informasi, dugaan kasus pelecehan seksual terjadi di lingkungan Ubhara Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.
Peristiwa itu diduga terjadi pada Jumat (24/4/2026) saat waktu istirahat siang, dan kondisi lokasi sedang sepi.
Suami LKW, JAM, memaparkan, saat itu, istrinya tengah beristirahat seorang diri di gudang yang biasa digunakan pekerja OB.
Sebelum kejadian, W sempat menghubungi LKW melalui pesan singkat WhatsApp dengan kalimat yang dinilai JAM tidak pantas.
Sebab W diduga menanyakan keberadaan LKW dan mengungkapkan keinginan untuk mencium.
“Istri saya tidak merespons. Tapi tiba-tiba pelaku datang langsung ke lokasi gudang, terus di chat itu bilang mau cium," kata JAM saat dikonfirmasi, Senin (27/4/2026).
Setibanya di lokasi, JAM menjelaskan, W diduga langsung melakukan tindakan pelecehan.
LKW yang saat itu dalam posisi berbaring, kemudian kaget dengan kedatangan W.
LKW semakin terkejut usai W diduga langsung melakukan aksi nekat dengan mencoba mencium korban secara paksa.
“Istri saya sempat melawan dan mengancam akan berteriak, tapi mulut dan hidungnya dibekap sama W,” jelasnya.
Dalam kondisi tersebut, JAM menuturkan, LKW disebut kesulitan bernapas dan mengalami kepanikan.
Bahkan, LKW sempat merasa nyawanya terancam ketika W terus menekan dan melakukan tindakan tidak senonoh.
“Istri saya bilang sempat merasa seperti mau mati karena tidak bisa bernapas, karena mulut dibekap tangan,” tuturnya.
Selanjutnya, JAM menyampaikan, W diduga langsung melakukan perabaan terhadap bagian tubuh LKW.
Perabaan itu diduga mengarah ke bagian payudara dan kemaluan LKW.
LKW pun terus berusaha melawan hingga akhirnya W melepaskan cengkeramannya.
Usai berhasil lepas, W diduga langsung keluar dari gudang.
Selanjutnya, LKW juga ikut keluar dan langsung mencari rekannya di lantai atas sembari menangis.
“Temannya lalu membantu dan menghubungi petugas keamanan,” ucapnya.
JAM menegaskan, peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan ke pihak internal kampus.
Pihak tersebut diantaranya atasan LKW, dan Satuan Pengawas Internal (SPI).
Selanjutnya, LKW pun dimintai keterangan terkait kejadian tersebut.
Tak hanya melapor ke pihak kampus, LKW ditemani JAM juga telah membuat laporan ke Polres Metro Bekasi Kota pada Sabtu (25/4/2026).
LKW pun rencananya akan menjalani visum sebagai bagian dari proses penyelidikan pada Selasa (28/4/2026).
“Kami ingin kasus ini diproses secara hukum. Harapannya pelaku mendapatkan hukuman setimpal,” tegas JAM.
Saat ini, JAM menyatakan kondisi LKW disebut masih mengalami trauma.
Istrinya itu nampak kerap menangis dan terlihat linglung setelah kejadian tersebut.
“Kalau dihubungi keluarga atau sedang sendiri, suka tiba-tiba menangis,” imbuhnya. (M37)