TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau kembali dilanjutkan. Kegiatan kali ini merupakan tahap kedua, setelah sebelumnya dilaksanakan pada awal Februari 2026.
Fokus penyemaian garam masih diarahkan ke wilayah pesisir timur Riau yang dinilai rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“OMC difokuskan di daerah pesisir timur Riau, yakni Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan dan Kota Dumai,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Jim Gafur, Senin (27/4/2026).
Ia menjelaskan, hingga saat ini terdapat dua unit pesawat yang masih aktif melakukan operasi hujan buatan di wilayah Riau. Keduanya merupakan pesawat bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Pesawat pertama adalah Cessna C208 dengan registrasi PK-JVH. Pesawat ini telah melaksanakan 55 kali sortie dengan total garam yang disemai mencapai 55 ton.
Sementara itu, pesawat kedua jenis THRUSH S2R-T34 dengan registrasi PK-KHH telah melakukan 17 sortie dengan total penyemaian garam sebanyak 17 ton.
“Pelaksanaan OMC akan terus dilakukan selama masih ada potensi awan. Kegiatan bisa dilakukan siang maupun malam hari,” jelasnya.
Menurut Jim, pelaksanaan OMC menjadi langkah strategis dalam menghadapi potensi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino. Upaya ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan air serta mencegah lahan gambut menjadi kering.
“Dengan adanya OMC, kita harapkan curah hujan tetap terjaga. Sehingga lahan gambut tetap basah dan tidak mudah terbakar,” katanya.
(Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)