Cerita Warga Kalialang Didatangi Gerombolan Monyet: Bedol Singkong hingga Ngopi di Pos Ronda
rival al manaf April 27, 2026 07:56 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Warga Kampung Kalialang Baru, Kelurahan Sukorejo, Gunungpati, dalam beberapa bulan terakhir mengalami fenomena tak biasa.

Kawanan monyet liar dilaporkan kerap turun ke permukiman warga, terutama saat siang hari, hingga menimbulkan kerugian di lahan pertanian sekaligus menjadi tontonan warga.

Ketua RT 3 RW 7 Kampung Kalialang Baru, Kunjaeri (58), mengungkapkan, jumlah monyet yang datang ke wilayahnya terus meningkat.

"Ini sudah mulai meningkat. Jadi, saya melihat awalnya itu hanya satu dua, mungkin satu yang tidak dapat jatah makan dari induknya sana turun ke bawah. Setelah sampai ke lingkungan sini ternyata kok banyak sekali asupan makanan. Jadi, terus bawa teman-temannya ke sini. Sekarang malah sudah mencapai bahkan 50-100 monyet datang ke sini," katanya ditemui Tribun Jateng, Senin (27/4/2026).

Baca juga: Kronologi Truk Tabrak Median di Banyumanik Semarang, Baim Mengantuk

Baca juga: Catat Tanggalnya, 30 Perusahaan Buka Lowongan di Job Fair UKSW 2026

Dia memaparkan, kehadiran kawanan monyet tersebut bahkan kini mencapai puluhan hingga ratusan ekor dalam satu rombongan.

Kunjaeri menyebut mereka kerap datang saat suasana sepi, terutama setelah waktu Zuhur.

Meski awalnya menimbulkan keresahan, sebagian warga kini justru menganggapnya sebagai hiburan tersendiri.

"Memang ya awalnya itu resah kemudian perjalanannya monyet itu kelihatan tidak mengganggu secara fisik kepada warga. Jadi, dibuat semacam hiburan malah," katanya.

Namun, di sisi lain, gangguan terhadap lahan pertanian sangat dirasakan warga.

Tanaman seperti pisang dan singkong kerap habis sebelum waktu panen.

"Iya, kalau mengganggu untuk khususnya sebagian warga yang menanam di tegalan sampingan itu ya mengganggu. Terutama pisang, singkong itu sebelum waktunya untuk panen sudah hilang dahulu. Kalah duluan daripada moyetnya," bebernya.

Menurutnya, kawanan monyet tersebut berasal dari arah selatan, yang dikaitkan dengan kawasan sekitar Goa Kreo. Mereka diduga berpindah karena keterbatasan makanan di habitat asalnya.

"Menurut sebagian warga yang mereka tahu itu dari arah selatan ya. Otomatis kalau dari arah selatan kaitannya dengan mungkin di Goa Kreo, karena semuanya dari selatan. Sudah mentok sampai sini ya mungkin kalau mau ke utara lagi sudah enggak ada tempat, mungkin sana sudah perumahan. Jadi kebanyakan pada singgah di sini," ungkapnya.

Perilaku kawanan monyet ini juga menjadi sorotan warga karena pola kedatangannya yang berkelompok besar.

Pertama 1, 2, 3, tengok kanan, tengok kiri. Tiba-tiba berguduk banyak sekali," ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, tidak jarang monyet-monyet tersebut beraktivitas di area pos ronda, hingga mengaduk-aduk barang dan sisa makanan warga.

"Kalau yang warga banyak yang sepi pada tidur mungkin tersiap pada datang main-main dan ada yang di pos itu malah membuat kopi sendiri. Mungkin ambil cangkir di situ karena ada sisa-sisa makanan di pos jaga itu," imbuhnya.

Sementara itu, warga berharap kepada pemerintah agar monyet-monyet tersebut dikembalikan ke habitat asal agar tidak mengganggu aktivitas warga. (idy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.