TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Koper sudah rapi.
Kain ihram sudah di tas tenteng.
Doa perpisahan dari tetangga juga sudah diterima.
Tapi bagi Wasti Sutarno (72), warga Desa Payung, Kecamatan Weleri Kabupaten Kendal, perjalanan menuju tanah suci itu harus berhenti di Asrama Donohudan, Solo.
Baca juga: 4 Jemaah Calon Haji Asal Kendal Dipulangkan, Gagal Terbang ke Tanah Suci
Wasti dinyatakan mengalami demensia seusai menjalani cek kesehatan terakhir sebelum pemberangkatan untuk menunaikan ibadah haji.
Anggota keluarga Wasti, Eko bersama petugas haji dari KBIH Al-Madinah akhirnya tiba di kantor Pemkab Kendal pada Senin (27/4/2026) petang untuk mengantarkan kepulangan calon jemaahnya.
Dengan wajah nampak sedih, Eko berusaha ikhlas menerima kenyataan ini.
“Ibu saya gagal karena demensia tadi. Kemungkinan tahun depan bisa berangkat lagi,” kata Eko dengan suara sedikit bergetar.
Eko berat melihat ibunya pulang lebih awal dari Donohudan.
Dia hanya meminta doa supaya ibunya bisa berangkat haji di tahun berikutnya dengan kondisi sehat jasmani maupun rohani.
"Semoga di umur yang sudah 72 ini ibu masih diberi kesempatan untuk menunaikan ibadah haji di tahun depan," tuturnya.
Petugas KBIH Al-Madinah, Ahmad Muhammad Zaki Nurseha mengatakan calon jemaahnya yang bernama Wasti didiagnosa mengalami demensia seusai pemeriksaan kesehatan.
"Dari keterangan dokter memang ibu Wasti ini mengalami demensia," ujarnya.
Zaki menambahkan, Wasti masuk dalam kloter 20 yang berangkat tadi pagi.
Namun Wasti kini harus mengubur mimpi yang sudah di depan mata itu lantaran alasan kesehatan.
"Pelepasan jam 4 pagi, sampai sana mungkin kecapekan. Mungkin itu bisa berpengaruh juga,” sambungnya.
Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal, Agus Dwi Lestari, mengungkapkan hingga Senin (27/4/2026) sore, tercatat 4 calon jemaah haji yang tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.
Adapun keempat calon jemaah haji yang dipulangkan atas nama Susmadya dari Limbangan.
Dia terpaksa harus pulang karena sakit, didampingi istrinya Suhartinah yang juga ikut pulang. Keduanya berasal dari kloter 19.
Kemudian Tumiran Susjupri asal Desa Juwiring, Kecamatan Cepiring, serta Wasti Sutarno dari Desa Payung, Kecamatan Weleri dari kloter 20.
"Hingga Senin (27/4/2026) petang ini ada 4 yang dipulangkan, tapi ini data masih dinamis," katanya.
Agus menerangkan, selain keempat calon jemaah tersebut, ada 1 calon jemaah lain bernama Martinah Sumaryono dari kloter 19.
Saat ini, Martinah masih tertahan di Solo untuk menjalani perawatan medis di RSU Moewardi.
Martinah harus menjalani transfusi darah karena kadar hemoglobin (HB) miliknya masih rendah.
Baca juga: Jemaah Haji Asal Kabupaten Semarang Mulai Diberangkatkan
Meski demikian, Martinah masih memiliki peluang untuk menunaikan ibadah haji tahun ini.
Jika kondisi kesehatannya membaik dan kadar HB sudah stabil, pihak penyelenggara akan memberangkatkannya melalui kloter berikutnya.
“Jika kondisi HB sudah stabil, akan diberangkatkan menyusul pada kloter berikutnya," tandasnya. (ags)