TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Peternak sapi di Riau sudah mempersiapkan hewan ternak kurban jelang lebaran Idul Adha, atau hari raya korban tahun ini.
Harganya hampir sama dengan tahun lalu dikisaran Rp 18,5 juta hingga Rp 22 juta untuk ukuran berat standar hewan kurban biasanya.
Masyarakat di Riau, umumnya memilih jenis sapi Bali dan PO untuk kurban.
Sugiman, peternak sapi di Kulim, Pekanbaru, mengakui menyediakan puluhan sapi Bali untuk dijual.
Ia sudah menggemukkan sapinya sejak tujuh bulan terakhir.
"Kalau di kandang saya ini ada 20-an ekor. Ada juga di kandang adik sekitar 30-an ekor. Semuanya siap dijual pada lebaran ini," ujar Sugiman.
Harga yang banderol bervariasi. Namun angkanya masih sama dengan tahun sebelumnya. Yakni dikisaran Rp 18,5 juta hingga Rp 22 juta. Tergantung berat dan ukuran.
"Kalau harga hampir sama dengan tahun lalu. Untuk sapi dengan daging seberat 80 kilogram masih Rp18,5 juta. Kalau yang 100 kiloan mencapai Rp 21 juta,"ujar Sugiman.
Sugiman mengakui, sejumlah pengurus masjid sudah ada yang menghubunginya untuk melakukan pemesanan.
"Sapi yang di kandang saya ini sebagian sudah ada yang boking. Sebagian lagi masih tersedia untuk ditawarkan kepada calon pembeli," ujar Sugiman.
Selain peternak penyedia hewan kurban, pengurus masjid juga sudah mulai melakukan persiapan. Termasuk mencari sapi untuk kebutuhan kurban Idul Adha.
Ketua panitia kurban di satu masjid yang ada di Kulim, Pekanbaru, Sekwildi Ambo menjelaskan pihaknya telah mematok iuran kepada warga yang akan menjadi peserta kurban tahun ini di masjid yang dipimpinnya.
Besaran iuran kurban itu diakuinya masih sama dengan tahun lalu.
"Di Masjid kami ini masih sama dengan tahun lalu. Dikisaran Rp 2,8 juta satu orang. Satu kelompok atau satu ekor sapi tujuh orang," ujar Sekwildi Ambo.
Sekwildi juga menambahkan saat ini pihaknya sedang mencari sapi untuk kurban. Bahkan sudah mencari hingga ke luar kota untuk mendapatkan harga yang lebih murah.
"Sekarang ini kami masih membandingkan antara harga di luar kota dengan di Pekanbaru. Tapi dari beberapa tempat yang sudah kita datangi, rata-rata harganya sama," ujar Ambo.
Untuk jenis sapi kurban yang biasa mereka cari adalah jenis sapi PO dan Bali.
"Pada umumnya dua jenis ini yang selalu diminta para peserta kurban," tegas Ambo.
(Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)