Festival Sepakbola Rakyat Hadir di Palu, Dorong Pengembangan Talenta Muda di Daerah
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Festival Sepakbola Rakyat yang diselenggarakan Cuwitan Digital bersama Coca-Cola kembali digelar.
Setelah Labuan Bajo dan Jakarta, kali ini festival berlangsung di Kota Palu, Sulawesi Tengah, tepatnya di Lapangan Gawalise Tipo pada 24-26 April 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun sepakbola akar rumput (grassroots) sekaligus membuka ruang pengembangan talenta muda di daerah.
Baca juga: Piala Dunia yang Didambakan Xavi Simons Sirna, Gagal Bela Timnas Belanda di Amerika
Festival dibuka dengan seminar kepelatihan yang menghadirkan Ricky Riskandi dan Fabio Oliviera.
Ricky Riskandi merupakan mantan asisten pelatih Timnas Putri Indonesia, sedangkan Fabio Oliviera pernah menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia pada 2012.
Ricky mengapresiasi antusiasme masyarakat Palu dalam menyambut festival tersebut.
Menurutnya, Sulawesi Tengah memiliki banyak potensi pelatih muda yang dapat membantu perkembangan sepakbola nasional di masa depan.
“Ini merupakan kegiatan positif dalam membangun grassroots sepakbola Indonesia. Tak hanya soal sepakbola, kegiatan ini juga meningkatkan perekonomian daerah. Menurut saya standarisasi pelatih di sini cukup bagus ya, punya kualitas bagus. Tinggal bagaimana mereka mengangkat level talenta-talenta di Palu untuk bisa menjadi pesepakbola terbaik,” ujar Ricky.
Rikcy juga menekankan pentingnya sinergi antara pelatih, pemain, dan orang tua dalam mendukung perkembangan pesepakbola muda di Sulawesi Tengah.
“Tapi yang perlu diperhatikan adalah soal sinergi antara pelatih, pemain, dan semua orang tua untuk membantu mengangkat potensi-potensi di Sulawesi Tengah berkembang bersama,” terangnya.
Selain seminar kepelatihan, rangkaian kegiatan juga diisi coaching clinic yang diikuti ratusan anak Sekolah Sepak Bola (SSB) dari Palu dan wilayah sekitar Sulawesi Tengah.
Coaching clinic tersebut dipimpin langsung oleh Ricky dan Fabio bersama para pelatih lokal. Fabio mengaku senang bisa berbagi ilmu dengan para pemain muda di Palu.
“Sejauh ini saya melihat banyak talenta-talenta di Palu. Mereka sangat bersemangat, bahkan hadir langsung jauh dari Palu. Jadi kegiatan ini sangat positif untuk pembangunan karakter sepakbola Indonesia,” ujar Fabio.
“Karena tujuan utama kita adalah membangkitkan semangat daerah, sehingga mereka bisa mendapat kesempatan nanti di sepak bola nasional,” lanjut pelatih asal Brasil tersebut.
Festival Sepakbola Rakyat di Palu kemudian ditutup dengan turnamen U-17 yang diikuti delapan akademi sepak bola dari Palu dan sekitarnya, yakni SSB Dharma Putra, Akademi Persipal, SSB Romet Towale, SSB Amor, SSB Aditama Bahari, Tadulako Soccer School, Gawalise Tipo, dan GPL Lembasada.
SSB Aditama Bahari berhasil keluar sebagai juara usai mengalahkan SSB Dharma Putra dengan skor 2-0 pada laga final yang berlangsung Minggu (26/4/2026) sore WITA.
Project Lead Cuwitan Digital, Dyota Pratyaksa, mengaku puas dengan antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan festival di Palu.
“Kami dari Cuwitan Digital sangat senang dengan antusiasme yang tinggi di sini. Apalagi kami memiliki prioritas untuk memberikan informasi kepada khalayak luas mengenai perkembangan olahraga usia muda,” kata Dyota.
Dyota berharap rangkaian acara serta podcast sepak bola usia muda yang akan tayang di kanal YouTube Cuwitan62 dapat menambah wawasan masyarakat mengenai perkembangan sepak bola usia dini di Indonesia.
Keberhasilan Festival Sepak Bola Rakyat by Coca-Cola di Palu diharapkan menjadi momentum kebangkitan sepakbola usia dini di Sulawesi Tengah sekaligus membuka lebih banyak ruang kompetisi bagi talenta muda daerah.
Setelah Palu, Festival Sepakbola Rakyat by Coca-Cola dijadwalkan berlanjut ke Makassar dan Manado.