Rp234 Miliar Diusulkan, Bupati Gorontalo Pacu Pencapaian Universal Health Coverage
Fadri Kidjab April 27, 2026 10:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah Kabupaten Gorontalo mengusulkan dukungan anggaran lebih dari Rp234 miliar kepada Kementerian Kesehatan.

Dana besar ini ditujukan untuk mempercepat pencapaian Universal Health Coverage (UHC) dan pembangunan sarana kesehatan yang lebih merata.

Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menegaskan bahwa penguatan anggaran menjadi langkah penting agar target pembangunan kesehatan dapat dicapai lebih cepat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Anggaran tersebut direncanakan untuk pembangunan lanjutan RSUD MM Dunda Limboto, relokasi puskesmas, pengadaan ambulans, pembangunan puskesmas pembantu, hingga penyediaan alat kesehatan.

“Ini merupakan bagian dari upaya besar dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat,” jelas Sofyan dalam sambutannya di Hotel Aston, Kota Gorontalo, Senin (27/04/2026).

Selain penguatan anggaran, Bupati juga menekankan pentingnya inovasi yang terukur dan berkelanjutan dalam setiap program kesehatan.

Menurutnya, capaian target pembangunan tidak boleh berhenti pada angka, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi bagaimana program yang kita jalankan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Fokus Percepatan Kesehatan

Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi saat memberikan sambutannya di Hotel Aston
ANGGARAN KESEHATAN – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi saat memberikan sambutannya di Hotel Aston, Kota Gorontalo, Senin (27/04/2026). Bupati mendorong percepatan pencapaian Universal Health Coverage (UHC). (Sumber Foto: Diskominfotik Kabupaten Gorontalo)

Baca juga: Profil Syam T Ase, Eks Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Rp3 Miliar

Sofyan menegaskan, sektor kesehatan adalah fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Karena itu, seluruh indikator pembangunan harus didorong secara sistematis dan berkelanjutan.

Ada tiga indikator kinerja utama yang menjadi fokus percepatan, yakni peningkatan umur harapan hidup, penurunan prevalensi stunting, serta perluasan cakupan jaminan kesehatan masyarakat.

Peningkatan umur harapan hidup mencerminkan kualitas layanan kesehatan dan lingkungan. Sementara penanganan stunting harus dilakukan komprehensif sejak masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan.

“Stunting bukan hanya persoalan fisik, tetapi menyangkut masa depan generasi,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah daerah menargetkan capaian UHC agar seluruh masyarakat terlindungi dalam skema jaminan kesehatan dengan basis data yang akurat.

Untuk mendukung hal tersebut, Bupati menginstruksikan sinkronisasi 28 indikator kinerja kunci. Indikator itu meliputi layanan kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit, pemenuhan standar pelayanan minimal, hingga peningkatan kualitas tenaga medis dan fasilitas kesehatan.

Bupati Sofyan juga mengingatkan jajaran kesehatan untuk terus berinovasi, memanfaatkan teknologi, menyederhanakan layanan, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Ia menekankan bahwa kerja keras dan sinergi yang solid akan mempercepat pencapaian target pembangunan kesehatan.

“Kita ingin masyarakat Gorontalo hidup lebih sehat, produktif, dan sejahtera,” tandasnya. (***)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.