SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sosialisasi dan Simulasi terkait Pencegahan serta Penanggulangan Kebakaran Tahap Awal dijalankan petugas, penghuni, maupun pekerja Apartemen Bale Hinggil Senin (27/4/2026).
Disimulasikan, sistem keamanan pada Apartemen Bale Hinggil, Jalan Dr Ir H Soekarno, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya mendeteksi adanya asap panas,
Peringatan tersebut kemudian memicu alarm otomatis di seluruh area gedung, untuk memberi sinyal kepada para penghuni apartemen.
Mereka pun bergegas berlari keluar ruangan, sambil didampingi petugas keamanan.
Sementara beberapa anggota sekuriti, mencoba memadamkan kobaran api menggunakan Apar dan selang air.
Si Jago Merah berhasil dipadamkan dengan cepat. Meski api membakar salah satu kamar apartemen, namun beruntung tidak sampai menjalar ke ruangan lain, sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Baca juga: Padamkan Api di Area Berbahaya, Pemkot Surabaya Kenalkan Robot Pemadam Kebakaran
Direktur PT Tata Kelola Sarana (TKS), Emeraldo Muhammad Elsyaputera, mengatakan, kegiatan ini bukan hanya sekedar mengecek kondisi gedung, tapi juga memberi edukasi, serta menunjukkan bahwa bukan hanya nyaman dan aman.
“Ini adalah bentuk pelayanan terbaik kami, agar tinggal di sini nyaman, tenteram, sekaligus bentuk kepedulian kami terhadap keamanan para penghuni kami,” ujar Emeraldo.
Ia menegaskan, manajemen tidak main-main terkait keselamatan, khususnya bencana kebakaran yang apabila bisa terjadi sewaktu waktu.
Pada tempat yang sama, Kepala Bidang Pencegahan Kebakaran DPKP Kota Surabaya, Ridlo Noor Wahab, mengapresiasi manajemen Bale Hinggil, karena memberikan pemahaman terkait penanggulangan pencegahan kebakaran.
“Kebakaran bisa terjadi kapan saja, di mana saja, dan siapa saja. Juru padam sebenarnya adalah masyarakat, karena pada 3 menit kobaran api sudah besar, dan ini dibuktikan bagaimana mencegah dan menanggulangi kebakaran,” terang Ridlo.
Ridlo memaparkan, suatu gedung dikatakan aman secara peraturan harus mempunyai persyaratan-persyaratan.
Mulai dari mempunyai unsur keselamatan, kenyamanan, kesehatan dan kemudahan.
“Salah satu unsur keselamatan itu adalah mampu mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran dan petir. Gedung harus dilengkapi dengan sistem proteksi kebakaran sesuai aturan,” ucapnya.
Sementara itu Salah Satu Penghuni Apartemen Shelly Tiara Alinda Maesa, menilai, keberadaan simulasi penanganan kebakaran sangat membantu, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Pastinya menegangkan sekali, apalagi pertama kali belajar evakuasi pemadaman kebakaran. Diharapkan pastinya bermanfaat terus pihak penghuni juga tahu Bagaimana cara mengevakuasi diri sendiri,” tandasnya.