SURYA.CO.ID Penampilan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana pada Senin (27/4) menarik perhatian publik.
Menkeu Purbaya terlihat mengalami perubahan fisik yang cukup signifika, tubuhnya tampak jauh lebih kurus dibandingkan sebelumnya.
Saat menuju ke atas podium, Menkeu Purbaya bahkan harus dibantu dan dituntun oleh petugas saat menaiki maupun menuruni tangga panggung.
Kondisi fisik yang terlihat melemah ini sempat memicu kekhawatiran di kalangan tamu undangan yang hadir.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat dan keceriaan Menkeu Purbaya.
Saat berdiri di podium, Menkeu Purbaya tetap tampil energik dan penuh humor. Ia bahkan sempat melempar candaan kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang turut hadir dalam acara tersebut.
"Mudah-mudahan saya enggak kualat mendahului Bapak maju ke depan ini, Pak. Izin ya, Pak," ujar Purbaya yang disambut tawa hadirin.
Baca juga: Menteri Keuangan Purbaya Ancam Buang Pejabat Pajak Nakal ke Tempat Sepi hingga Copot Jabatan
Dalam sambutannya, Menkeu Purbaya menyinggung mengenai besarnya mandat yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada Menko Airlangga Hartarto.
Menkeu Purbaya menyebut bahwa saat ini seluruh kendali koordinasi pembangunan dan penyelesaian hambatan ekonomi berada di tangan Menko Perekonomian.
"Kalau zaman dulu banyak sekali pembangunan yang lambat, sekarang Pak Airlangga diberi kekuasaan oleh Bapak Presiden untuk menangani semuanya. Nanti kalau lambat, kita salahin Pak Airlangga," kelakar Purbaya yang kembali mengundang tawa.
Menkeu Purbaya menegaskan bahwa dengan adanya Satgas yang dipimpin Airlangga, penyelesaian hambatan birokrasi diharapkan bisa lebih cepat sehingga pertumbuhan ekonomi bisa dipacu lebih tinggi.
Baca juga: Daftar 6 Pejabat Hasil Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran dan Jabatan Sebelumnya
Di balik kondisi fisiknya yang tampak kurang fit, visi ekonomi Purbaya tetap tajam.
Ia menyatakan optimisme bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh di atas 5,5 persen pada triwulan pertama dan kedua tahun ini, meskipun di tengah ketidakpastian global.
Bahkan, Menkeu Purbaya meyakini target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo bukanlah hal yang mustahil.
"Pertumbuhan 8 persen mungkin orang-orang bilang terlalu tinggi. Tapi kalau untuk saya, sudah hampir kelihatan. Nanti 2-3 tahun lagi Anda sudah melihat angka 8 persen sudah menyundul ke atas," tegasnya.
Terkait peluncuran Program PINTAR Reksa Dana, Menkeu Purbaya memberikan peringatan keras kepada para pelaku pasar modal dan manajer investasi.
Ia menegaskan tidak akan ada toleransi bagi pihak yang berani menggelapkan uang masyarakat atau memanipulasi harga.
"Sekarang saya ikut mengawasi, kalau Anda macam-macam saya hajar Anda. Integritas adalah harga mati. Jangan sampai ada lagi yang maling uang rakyat atau manipulasi harga sehingga masyarakat merugi," ucapnya dengan nada tegas.
Menkeu menutup sambutannya dengan mengajak masyarakat untuk tidak takut berinvestasi di pasar modal melalui reksa dana, karena sistem pengawasan dan integritas pasar kini terus diperbaiki demi keamanan investor domestik.