TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pelaksanaan Embarkasi Haji DIY kini sudah berjalan hampir sepekan lamanya. Embarkasi Haji DIY memiliki keunikan dengan memanfaatkan hotel di sekitar Yogyakarta International Airport (YIA) Kulon Progo sebagai Asrama Haji bagi jemaah.
Hotel yang dimanfaatkan adalah Ibis-Novotel YIA yang berjarak hanya 3,8 kilometer (km) dari YIA. Pihak hotel pun terus memastikan kenyamanan hingga keamanan para jemaah selama menetap di sana.
Termasuk dari sisi makanan, di mana juru masak memastikan kualitas hingga kandungan gizinya tetap terjaga. Adalah Chef Vici Tren, yang dipercaya memimpin tim dapur untuk menyajikan hidangan bagi jemaah sejak hari pertama pelaksanaan Embarkasi.
"Kami menjamin seluruh proses pembuatan hingga penyajian dilakukan dengan standar higienis yang ketat," kata Vici memberikan keterangannya pada Senin (27/04/2026).
Chef berpengalaman keturunan India dan Jawa ini mengatakan bahwa pihaknya memilih jenis makanan yang akan disajikan. Selanjutnya diajukan ke jemaah melalui panitia agar bisa mendapatkan persetujuan.
Apalagi mayoritas jemaah sudah berumur di atas 45 tahun, sehingga perlu dipertimbangkan secara matang seperti apa makanan yang ideal untuk disajikan. Mulai dari rasa, tekstur, hingga komponen dalam makanan.
"Gramasi nasi dan sayurnya sudah ditentukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes), kami juga mengutamakan tesktur makanan yang empuk agar ramah bagi lanjut usia (lansia)," jelas Vici.
Setiap menu dipastikan sudah mengandung gizi lengkap, terutama protein. Kehalalannya pun sudah terjamin, dari pemasok bahan baku, proses pencucian, hingga teknis pemotongan yang sesuai dengan syariat Islam.
Menurut Vici, setiap makanan wajib diperiksa oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) DIY. Panduan pun diberikan, di mana makanan tidak boleh pedas, tidak bersantan, serta menghindari sayur yang memicu gas seperti kol dan nangka.
"Kami memilih bahan yang benar-benar aman bagi pencernaan jemaah," katanya.
Vici menyampaikan bahwa proses persiapan hidangan memakan waktu selama 2 jam. Prosesnya dilakukan di dapur yang sudah terjamin higienitasnya karena sudah mengikuti standar kebersihan internasional.
Setiap porsi yang diterima jemaah memiliki berat sekitar 500 gram, mencakup nasi, sayur dan lauk-pauk. Vici dibantu oleh 6 hingga 7 staf setiap pergantian jadwal kerja untuk menyiapkan makanan jemaah.
Makanan kemudian disajikan ke jemaah saat berkumpul di ruang makan. Menurutnya, jika dalam waktu 2 jam setelah disajikan makanan tidak segera dikonsumsi, maka akan dibuang demi memastikan kualitasnya tetap terjaga.
"Kalau ada jemaah yang ingin makan setelah makanan yang lama dibuang, akan kami buatkan makanan yang baru," ujar Vici.
Meski tahapan yang dilewati tergolong rumit, ia justru mengaku senang dengan proses yang dijalani. Sebab ia menyatakan bekerja dengan hati untuk melayani ratusan jemaah di Asrama Haji.
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko turut memberi apresiasi pada tim juru masak di Ibis-Novotel YIA yang menjadi Asrama Haji. Ia pun sempat mencicipi makanan yang disajikan dan mengakui kualitasnya.
"Semoga pelayanan yang diberikan oleh Asrama Haji berbasis hotel pertama di Indonesia ini bisa memberikan kepuasan maksimal bagi seluruh jemaah yang akan berangkat ke Tanah Suci," kata Ambar.(alx)