TRIBUNJOGJA.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Yogyakarta sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) X pada Minggu (26/4/2026), bertempat di SM Tower Malioboro, Jl. KH Dahlan No. 107 Ngampilan, Yogyakarta.
Forum permusyawaratan tertinggi tingkat kota ini secara bulat kembali menetapkan M. Hasan Widagdo Nugroho sebagai Ketua DPC PPP Kota Yogyakarta periode 2026-2031 secara aklamasi.
Keputusan aklamasi ini muncul setelah 11 utusan Pengurus Anak Cabang (PAC) yang hadir, dari 14 kemantren di Kota Yogyakarta sepakat memberikan mandat dan kepercayaan penuh kepada beliau untuk kembali melanjutkan kepemimpinan.
Forum ini sekaligus menjadi momentum krusial bagi partai berlogo Ka’bah tersebut untuk melakukan transformasi total menjadi mesin politik modern yang adaptif dan terukur menyongsong Pemilu 2029.
Muscab X diselenggarakan berdasarkan amanat AD/ART hasil Muktamar X dan Instruksi DPW PPP DIY.
Selain menetapkan ketua terpilih, Muscab ini juga menetapkan tim formatur yang memiliki waktu tujuh hari ke depan untuk menyusun struktur kepengurusan harian serta majelis-majelis partai secara lengkap.
Dalam dokumen "Program Kerja Strategis 2026–2031" yang dibahas, PPP Kota Yogyakarta menegaskan visi “Transformasi Organisasi Menuju Mesin Pemenangan Modern.”
M. Hasan Widagdo Nugroho, dalam sambutannya usai terpilih, menyatakan bahwa partai harus bergerak fungsional hingga ke tingkat akar rumput.
"Kemenangan politik ditentukan di tingkat mikro, yaitu TPS. Kami mengusung prinsip '1 TPS = 1 Kader Aktif'. Setiap kader harus menjadi sensor sosial yang memahami kebutuhan riil warga di lingkungannya," tegas Hasan.
Poin revolusioner dalam Muscab kali ini adalah komitmen PPP untuk merekrut 1.000 kader Gen Z melalui pembentukan PPP Creative Hub. Langkah ini diambil sebagai jawaban atas perubahan perilaku pemilih yang kini didominasi generasi muda yang rasional dan melek digital.
"Masa depan PPP ditentukan oleh relevansi. Melalui Digital & Media Warfare, PPP akan hadir di layar ponsel masyarakat dengan konten yang edukatif, solutif, dan menginspirasi," lanjutnya.
Selain penguatan internal, Muscab X menetapkan empat pilar advokasi masyarakat sebagai solusi nyata bagi warga Yogyakarta:
PPP juga memposisikan perempuan sebagai subjek utama melalui program peningkatan literasi digital dan kemandirian ekonomi bagi kader perempuan di seluruh wilayah kota.
Secara politik, Muscab X menetapkan target ambisius namun terukur untuk Pemilu 2029, yaitu pencapaian minimal 1 kursi per daerah pemilihan (dapil) di DPRD Kota Yogyakarta. Strategi ini akan didorong oleh kerja elektoral berbasis data akurat (data-driven), bukan sekadar asumsi atau intuisi.
Dengan kepemimpinan kembali M. Hasan Widagdo Nugroho, PPP Kota Yogyakarta optimistis akan bangkit kembali sebagai kekuatan politik Islam moderat yang inklusif dan menjadi jembatan antara nilai religiusitas dengan realitas kehidupan sosial masyarakat Jogja.