Paman Korban Kecelakaan KA Bekasi Ungkap Almarhumah Nurlela Pulang Lebih Malam dari Biasanya
Erik S April 28, 2026 04:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI – Keluarga Nurlela, guru SDN Pulogebang 11 yang menjadi korban tewas dalam insiden kecelakaan kereta KRL tertemper KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, menyebut kepulangan korban pada Senin (27/4/2026) malam merupakan hal yang tidak biasa.

Paman korban, Idi, menjelaskan dalam kesehariannya, Nurlela dikenal sangat disiplin waktu dan hampir tidak pernah pulang hingga larut malam. Biasanya, almarhumah sudah tiba di rumahnya di wilayah Cikarang Timur pada sore hari.

"Dia nggak pernah pulang malam. Biasanya jam 5 sore paling telat sudah sampai rumah. Tapi tadi itu (sebelum kejadian) katanya baru pulang jam 8 malam karena habis main dulu sama temannya," ujar Idi saat ditemui jurnalis Tribunnews di Ruang Pemulasaran Jemazah RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026) dini hari.

Perubahan waktu pulang tersebut menempatkan Nurlela berada di lokasi kejadian tepat saat insiden maut terjadi.

Berdasarkan data dari PT KAI Daop 1 Jakarta, kecelakaan terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada pukul 20.52 WIB.

Korban dilaporkan tertemper oleh KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.

Keterangan Idi mengenai korban yang 'pulang malam' diperkuat oleh kesaksian penjaga sekolah SDN Pulogebang 11, Endang.

Ia menyebut Nurlela baru keluar dari lingkungan sekolah pada malam hari. Bahkan, korban sempat mengirimkan pesan singkat pada pukul 20.16 WIB menitipkan pesan agar minuman yang tertinggal di sekolah dibuang.

"Jam 20.16 WA saya, minta tolong buangin jus yang tertinggal supaya tidak dikerubuti semut. Setelah itu, nomornya sudah tidak bisa dihubungi lagi," kata Endang.

Idi menambahkan, kabar duka tersebut diterima keluarga secara mendadak. Ia sendiri baru saja tiba di rumah setelah berobat ketika mendengar keponakannya mengalami kecelakaan.

Baca juga: KRL vs KA Argo Bromo, Operasional Semua Kereta Api Jarak Jauh dari Jakarta Dihentikan Sementara

"Saya baru sampai rumah jam 10 malam habis berobat sama istri. Baru mau tidur, dapet kabar keponakan kecelakaan. Kok bisa pulangnya (meninggal) seperti ini?" ucapnya lirih.

Nurlela meninggalkan seorang suami dan satu orang anak. Jenazah telah dibawa oleh pihak keluarga dari RSUD Bekasi pada Selasa pukul 02.00 WIB untuk disemayamkan di rumah duka, Lemah Abang RT 02/03, Desa Tanjung Baru, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

"Rencana akan langsung kami makamkan besok pagi (Rabu)," tutup Idi.

Hingga saat ini, pihak kepolisian dan PT KAI masih melakukan investigasi mendalam terkait kronologis pasti kecelakaan yang melibatkan rangkaian kereta api tersebut.

Insiden ini sempat menyebabkan gangguan operasional dan pemadaman aliran listrik di lintas Cibitung–Bekasi Timur untuk proses evakuasi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.