TRIBUNTRENDS.COM - Kabar duka datang dari insiden kecelakaan KRL yang tertabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Satu korban tewas akhirnya berhasil diidentifikasi setelah sempat dibawa ke RSUD Bekasi.
Korban diketahui bernama Nurlela, seorang guru di SDN Pulogebang 11, Jakarta Timur.
Identitasnya terungkap ketika rekan kerjanya datang ke rumah sakit dan memastikan melalui foto yang diperlihatkan.
Endang, penjaga sekolah tempat Nurlela mengajar, mengaku sempat melihat Bu Ela pulang malam menuju rumahnya di Cikarang.
Tak berselang lama, kabar kecelakaan maut itu pun terdengar dan membuatnya terkejut.
Baca juga: KA Argo Anggrek Seruduk KRL di Bekasi, Penumpang Terjepit, Gerbong Wanita Hancur, 4 Korban Meninggal
Ia langsung mencoba menghubungi Nurlela melalui pesan singkat, namun tidak mendapat balasan.
Kekhawatiran semakin bertambah ketika pesan tersebut tetap tidak direspons.
Hingga akhirnya, kepala sekolah meminta Endang untuk memastikan langsung ke lokasi kejadian.
Namun, pencariannya tak berbuah hasil karena semua korban sudah dievakuasi.
"Makanya kita sama pihak keluarga, sama orang tuanya, sama suaminya suruh nyebar, gitu," tuturnya.
Nurlela, kata Endang, sempat mengirimkan pesan kepadanya meminta tolong setelah keluar dari sekolah.
Kala itu, Nurlela sempat membeli sebuah jus buah. Namun, karena tertinggal, ia meminta Endang membuang agar tidak mengundang semut datang.
"Jam 20.16 WA saya nih, 'Mang, saya lupa, kan ada jusnya itu ketinggalan di sini(sekolah), takut ada semut gitu, mau minta tolong buangin mungkin', gitu," ucap Endang sambil menunjukkan pesan di ponselnya.
Kemudian, nomot telepon Bu Ela pun sudah tidak bisa dihubungi setelah adanya kabar kecelakaan tersebut.
Saat ini, sejumlah pihak keluarga sudah mulai berdatangan ke RSUD Bekasi. Jenazah pun langsung dibawa pulang sekira pukul 02.00 WIB.
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan bahwa telah terjadi gangguan perjalanan kereta api di wilayah Bekasi Timur, tepatnya di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin (27/4) pukul 20.52 WIB.
Gangguan tersebut terjadi akibat peristiwa tertempernya PLB 5568A (CL KPB–CKR) oleh PLB 4B (KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi) di lokasi kejadian.
Insiden ini berdampak pada operasional perjalanan kereta api di lintas tersebut.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa KAI menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
“Saat ini, PT KAI bersama pihak kepolisian tengah melakukan proses evakuasi terhadap rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian. Kami berupaya semaksimal mungkin agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal,” ujar Franoto.
KAI memastikan petugas di lapangan telah bergerak cepat untuk melakukan penanganan dan pengamanan lokasi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna mempercepat proses evakuasi dan pemulihan perjalanan.
Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik aliran atas (LAA) pada lintas Cibitung–Bekasi Timur dan emplasemen Bekasi Timur untuk sementara dinonaktifkan.
Adapun penyebab kejadian serta jumlah perjalanan KA yang terdampak masih dalam proses investigasi dan pendataan lebih lanjut.
(TribunTrends/Tribunnews/Abdi Ryanda)