Hari Bumi 2026, TACO Dorong Industri Berkelanjutan Lewat Zero Waste Manufacturing
Ndaru Wijayanto April 28, 2026 03:14 AM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Momentum peringatan Hari Bumi 2026 dimanfaatkan TACO untuk menegaskan komitmennya dalam menghadirkan sistem produksi berkelanjutan melalui pendekatan zero waste manufacturing.

Strategi ini diterapkan secara menyeluruh, mulai dari penggunaan material, pengelolaan limbah, hingga efisiensi energi dan air dalam proses produksi.

Factory Head TACO, Wisnu Purnayusepta, menjelaskan bahwa keberlanjutan kini menjadi fondasi utama dalam operasional perusahaan, bukan sekadar program tambahan.

“Momentum Earth Day menjadi pengingat bahwa keberlanjutan harus dimulai dari proses yang paling mendasar. Kami mengintegrasikan zero waste manufacturing ke dalam seluruh sistem operasional, mulai dari pemanfaatan material hingga pengelolaan limbah, energi, dan air,” ujar Wisnu, Senin (27/4/2026).

Ia menambahkan, pendekatan tersebut memungkinkan setiap proses berjalan lebih optimal, meminimalkan limbah, sekaligus memberikan dampak positif bagi perkembangan industri secara luas.

Baca juga: Gelar Anugerah Lingkungan Hidup 2025, Apresiasi bagi Pejuang Zero Waste Atasi Sampah di Kota Batu

Efisiensi Operasional dan Dekarbonisasi

Melalui penerapan sistem produksi berkelanjutan, TACO menggabungkan efisiensi operasional dengan tanggung jawab lingkungan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah strategi dekarbonisasi di level operasional.

Perusahaan disebut mampu menghindari ribuan ton emisi karbon dioksida ekuivalen (CO2eq) setiap tahun, serta mengoptimalkan penggunaan energi non-fosil hingga 99,8 persen melalui pemanfaatan biomassa dan teknologi waste-to-energy.

Di fasilitas produksi Cikande, TACO juga menerapkan sistem operasional sirkular dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Seluruh limbah produksi dikelola secara optimal dan dimanfaatkan kembali hingga mencapai 100 persen.

Selain berdampak pada efisiensi, program ini juga memberikan manfaat sosial, di antaranya melalui pemugaran fasilitas publik serta kegiatan edukasi bagi pelajar SMK dan perguruan tinggi.

Pengelolaan Air dan Lingkungan Kerja

Tidak hanya fokus pada limbah padat, TACO turut memastikan pengelolaan air dilakukan secara bertanggung jawab. Melalui sistem pengolahan terintegrasi, seluruh air limbah diolah dan digunakan kembali untuk kebutuhan operasional maupun area hijau di lingkungan pabrik.

Di sisi lain, perusahaan juga menempatkan faktor manusia sebagai bagian penting dalam keberlanjutan operasional. Hal ini diwujudkan melalui penerapan standar Health, Safety, and Environment (HSE) serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Fasilitas klinik dan pemenuhan nutrisi bagi karyawan turut disediakan guna menjaga kesehatan dan kesejahteraan tenaga kerja.

Produk Berstandar Nasional dan Internasional

Komitmen keberlanjutan TACO tidak hanya tercermin dari proses produksi, tetapi juga pada kualitas produk yang dihasilkan. Produk-produk TACO telah mengantongi berbagai sertifikasi, seperti SNI, ISO, TKDN, hingga Singapore Green Label.

Menurut Wisnu, standar tersebut menjadi jaminan bahwa produk tidak hanya unggul dari sisi fungsi dan estetika, tetapi juga diproses dengan prinsip ramah lingkungan.

“Kami percaya kualitas produk saat ini tidak hanya diukur dari fungsi dan estetika, tetapi juga dari bagaimana produk tersebut diproses. Ini penting untuk membangun kepercayaan konsumen dalam jangka panjang,” katanya.

Dorong Standar Baru Industri

TACO menilai tantangan lingkungan dan sosial saat ini menuntut pendekatan yang lebih komprehensif di sektor manufaktur. Oleh karena itu, penerapan zero waste manufacturing diharapkan dapat menjadi standar baru dalam industri.

Melalui berbagai inisiatif, mulai dari optimalisasi sumber daya, pengelolaan limbah, hingga pemberdayaan masyarakat, perusahaan berupaya menghadirkan solusi yang tidak hanya relevan bagi kebutuhan industri saat ini, tetapi juga berkelanjutan untuk masa depan.

“Kami percaya kualitas produk hari ini tidak lagi cukup diukur dari fungsi dan estetika saja, tetapi juga dari bagaimana produk tersebut diproses. Melalui sistem operasional yang terintegrasi, kami menghadirkan material interior yang selaras dengan nilai keberlanjutan sekaligus membangun kepercayaan konsumen dalam jangka panjang,” tutup Wisnu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.