TRIBUNJAKARTA.COM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi kecelakaan kereta antara kereta rel listrik (KRL) dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.
Dedi Mulyadi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menanggung seluruh biaya perawatan korban kecelakaan tersebut.
Selain itu, Pemprov Jabar juga menyiapkan santunan sebesar Rp50 juta bagi masing-masing korban meninggal dunia.
"Assalamualaikum sampurasun wilujeng enjing warga Jabar dan seluruh warganet di manapun berada."
"Kami menyampaikan duka yang dalam, atas musibah tertabraknya KRL Jakarta Kabupaten Bekasi khusus pengangkut penumpang perempuan oleh kereta cepat Argo Bromo Anggrek Jakarta-Surabaya."
Ia menjelaskan, kecelakaan terjadi saat KRL berhenti di lintasan yang disebutnya karena adanya taksi listrik mogok di rel.
Akibatnya, terjadi tabrakan yang menimbulkan korban meninggal dunia dan luka-luka.
"Untuk itu Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit pada semua korban yang dirawat. Yang kedua, akan memberikan santunan kepada yang meninggal, masing-masing 50 juta rupiah."
Saat ini, proses evakuasi masih terus berlangsung di lokasi kejadian.
Petugas gabungan berupaya mengevakuasi korban yang masih terjebak di dalam rangkaian kereta, sementara korban luka menjalani perawatan di rumah sakit.
Dedi berharap peristiwa ini menjadi yang terakhir dan mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam beraktivitas sehari-hari.
"Salam untuk semuanya, hati-hati di jalan, hati-hati di tempat pekerjaan dan hati-hati di rumah karena musibah bisa terjadi kapan saja tanpa diduga oleh kita semua," tutupnya.
Sebagai informasi, peristiwa ini diduga bermula dari adanya taksi berwarna hijau yang tertabrak KRL di pelintasan kereta.
Setelah rangkaian tersebut berhasil dievakuasi, insiden lanjutan terjadi.
Kecelakaan kedua terjadi saat KRL tujuan Jakarta–Cikarang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur.
Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya menabrak rangkaian KRL tersebut pada Senin (27/4/2026) malam.