7 Orang Tewas, Detik-Detik Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Berawal KRL Versus Taksi
Weni Wahyuny April 28, 2026 09:32 AM

TRIBUNSUMSEL.COM - Kecelakaan kereta api antara KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di area stasiun kawasan Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).

Sebanyak 81 orang dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka.

"Update jumlah korban yang terjadi pada kecelakaan kereta tadi malam, meninggal dunia itu 7 orang, luka-luka dirawat 81 orang, yang masih terperangkap di kereta 3 orang," kata Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026) pagi.

Menyikapi peristiwa kecelakaan ini, KAI juga membangun posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi guna membantu keluarga korban mendapatkan informasi terkait penumpang.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan pihaknya akan bertanggung jawab atas seluruh korban, termasuk dalam hal penanganan dan kompensasi.

Sementara terkait penyebab kecelakaan, Anne mengatakan pihaknya masih fokus pada proses evakuasi.

Kronologi Kecelakaan

Sebagai informasi, kecelakaan kereta PLB 5568A (Commuter Line relasi Cikarang) dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi di KM 28+920 terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

Peristiwa bermula dari Commuter Line yang tertemper taksi listrik, kemudian ditabrak rangkaian kereta jarak jauh di gerbong paling akhir.

Pihak berwenang akan melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait kecelakaan antara Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Stasiun Bekasi Timur, Kereta Jarak Jauh Hantam KRL, Gerbong Wanita Ringsek Parah

Kesaksian Penumpang

Seorang penumpang KRL bernama Hafidz menceritakan kronologi kejadian tabrakan antara KA Argo Anggrek dengan KRL Commuter Line.

Kata dia, sebelum kejadian ada kecelakaan KRL versus taksi online.

Dampak kecelakaan KRL versus taksi online tersebut, KRL yang ditumpangi Hafidz berhenti di Stasiun Bekasi Timur menunggu sinyal aman.

"KRL saya saat itu sedang menunggu sinyal aman Stasiun Bekasi Timur sebab di depan ada mobil yang ditabrak kereta api lain," ujar Hafidz saat dikonfirmasi Tribun, Senin (27/4/2026).

Namun, lanjut Hafidz, di luar dugaan tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh KA jarak jauh.

"Kecepatannya benar-benar terasa kencang sekali," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.