KDM Siapkan Santunan Rp 50 Juta untuk Korban Meninggal Dunia Akibat Laka KA Argo Bromo vs KRL
Ni'amu Shoim Assari Alfani April 28, 2026 10:57 AM

- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan duka cita mendalam terkait tragedi kecelakaan kereta antara kereta rel listrik (KRL) dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

Pria yang akrab disapa KDM itu menyatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menanggung seluruh biaya perawatan korban kecelakaan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Dedi Mulyadi melalui video yang diposting melalui akun Instagramnya pada Selasa (28/4).

KDM menyatakan, Pemprov Jabar sudah menyiapkan santunan senilai Rp 50 juta bagi masing-masing korban meninggal dunia.

"Assalamualaikum sampurasun wilujeng enjing warga Jabar dan seluruh warganet di manapun berada."

"Kami menyampaikan duka yang dalam, atas musibah tertabraknya KRL Jakarta Kabupaten Bekasi khusus pengangkut penumpang perempuan oleh kereta cepat Argo Bromo Anggrek Jakarta-Surabaya." jelasnya.

Dalam video tersebut, KDM menjelaskan, kecelakaan terjadi saat KRL berhenti di lintasan lantaran ada taksi listrik yang mogok di rel.

Akibatnya, terjadi tabrakan yang menimbulkan korban meninggal dunia dan luka-luka.

"Untuk itu Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit pada semua korban yang dirawat. Yang kedua, akan memberikan santunan kepada yang meninggal, masing-masing 50 juta rupiah." sambungnya.

Dedi Mulyadi berharap peristiwa ini menjadi yang terakhir.

Pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam beraktivitas sehari-hari.

Sebagai informasi, dalam insiden ini ada tujuh korban yang meninggal dunia.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyatakan, ada 81 orang yang mengalami luka-luka.

Para korban terluka itu kini menjalani perawatan di RSUD Kota Bekasi.

Bobby menjelaskan, proses evakuasi korban dilakukan secara hati-hati.

Proses evakuasi ini dilakukan oleh tim gabungan, di antaranya TNI, Polri, Basarnas, BPBD hingga pemadam kebakaran.

Bobby memastikan, tidak ada petugas kereta api yang menjadi korban meninggal dunia dalam laka ini.

Dilaporkan, dalam upaya proses percepatan evakuasi, tim Basarnas memotong badan gerbong KRL.

Hal ini dikarenakan, sejumlah korban masih terjepit.

Diketahui, proses evakuasi ini cukup sulit dilakukan karena kondisi ruangan sempit.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.