Gelandang Tottenham Hotspur, Xavi Simons, dipastikan absen membela Timnas Belanda pada Piala Dunia 2026 setelah menderita cedera ligamen anterior cruciate (ACL) saat menghadapi Wolverhampton Wanderers pada Sabtu (25/4/2026). Insiden tersebut memaksa pemain berusia 23 tahun itu mengakhiri musim Premier League lebih awal.
Pemeriksaan medis yang dilakukan oleh tim medis klub menunjukkan adanya robekan pada ligamen di lutut kanan sang pemain, sebagaimana dilansir dari Detik Sport. Benturan dengan Hugo Bueno pada menit ke-63 menjadi penyebab Simons harus ditarik keluar dari lapangan dalam laga lanjutan liga tersebut.
Manajemen klub asal London Utara tersebut telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait kondisi kesehatan pemain berkebangsaan Belanda tersebut. Operasi dijadwalkan akan berlangsung pada pekan depan untuk menangani kerusakan jaringan tersebut.
"Kami mengonfirmasi Xavi Simons mengalami cedera pada ACL kaki kanannya. Pemain berusia 23 tahun ini menderita cedera pada babak kedua pertandingan Premier League menghadapi Wolverhampton Wanderers hari Sabtu," tulis Tottenham Hotspur.
Melalui pengumuman yang sama, pihak klub juga memberikan informasi mengenai tahapan medis selanjutnya bagi mantan pemain Paris Saint-Germain tersebut. Simons diprediksi memerlukan waktu pemulihan yang cukup panjang untuk kembali ke kebugaran puncak.
"Xavi akan menjalani operasi dalam beberapa minggu ke depan…" tulis Tottenham Hotspur melalui akun media sosial resmi mereka.
Simons menyatakan kekecewaan mendalam atas musibah yang menimpanya mengingat turnamen akbar antarnegara akan segera berlangsung. Melalui unggahan di media sosial, ia membagikan perasaannya mengenai akhir musim yang tidak terduga ini.
"Mereka bilang hidup bisa kejam dan hari ini terasa seperti itu," tulis Simons.
Absennya sang gelandang diperkirakan memakan waktu antara enam hingga sembilan bulan, sehingga peluangnya untuk tampil di Piala Dunia 2026 dipastikan tertutup. Pemain kreatif ini mengaku masih mencoba menerima kenyataan pahit yang menimpa karier profesionalnya.
"Musim saya telah berakhir secara tiba-tiba dan saya hanya mencoba untuk memprosesnya. Jujur, saya patah hati. Semua ini tidak masuk akal," ujar Simons.