TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Warga Dusun Kalibamba, Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, mengeluhkan distribusi air bersih yang hingga kini belum merata, meskipun proyek pembangunan jaringan telah menelan anggaran miliaran rupiah.
Berdasarkan data pengadaan pada laman LPSE, proyek Pengembangan Jaringan Distribusi dan Sambungan Rumah Desa Polewali (DAK) memiliki pagu anggaran sebesar Rp1.366.000.000, dengan nilai HPS mencapai Rp1.366.181.926.
Proyek tersebut berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pasangkayu dan telah dinyatakan selesai melalui proses tender.
Baca juga: Niat Pergi Mancing Ikan, Lansia di Pasangkayu Hanyut di Sungai dan Ditemukan Tak Bernyawa
Baca juga: Kemarau Mulai Datang Sungai Budong-budong Mengering Warga Kesulitan Air Bersih
Namun, kondisi di lapangan belum sesuai harapan. Sejumlah warga mengaku aliran air bersih belum menjangkau seluruh rumah, meski instalasi pipa dan keran sudah terpasang.
“Sebagian rumah memang sudah menikmati aliran air, tetapi masih banyak yang sama sekali belum teraliri. Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama,” ungkap seorang warga, Hasan, saat dikonfirmasi, Selasa (28/4/2026).
Warga menilai persoalan utama terletak pada jaringan pipa yang belum terhubung secara optimal sehingga distribusi air tidak berjalan maksimal.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan masalah tersebut akan dituntaskan.
Kondisi ini semakin dirasakan berat karena terjadi di tengah musim kemarau.
Warga mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk aktivitas sehari-hari, termasuk mencuci dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
“Sekarang musim kemarau, air sangat sulit didapatkan. Untuk kebutuhan dasar saja kami kewalahan,” ujar warga lainnya.
Dengan nilai proyek yang mencapai lebih dari Rp1,3 miliar, masyarakat mulai mempertanyakan efektivitas pelaksanaan pekerjaan tersebut.
Mereka mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi serta memastikan jaringan yang telah dibangun dapat berfungsi secara optimal.
Selain itu, warga juga meminta adanya transparansi terkait kendala teknis yang menyebabkan distribusi air belum berjalan normal.
“Kami berharap jika memang ada kendala, bisa disampaikan secara terbuka kepada masyarakat agar kami juga memahami kondisi yang sebenarnya,” tambah warga.
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com, Taufan