TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Banjir di Lingkungan Koppe, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), perlahan mulai surut, Selasa (28/4/2026).
Sejumlah warga mulai mengevakuasi perabotan rumah yang sempat terendam air untuk dikeringkan.
Lumpur bercampur sampah sisa bawaan banjir juga mulai dibersihkan dari bahu jalan dan selokan.
Tampak petugas kebersihan dari DLHK Polman dan personel kepolisian Brimob ikut gotong royong dalam pembersihan.
Baca juga: Penambangan Ilegal di Kalumpang Mamuju Produksi Emas 10 Gram Per Hari, 15 Hektare Hutan Rusak
Baca juga: Info Lowongan Kerja Komdigi, Terbuka untuk D4 dan S1, Simak Syarat dan Link Pendaftaran
Salah satu wilayah terdampak paling parah yakni sejumlah rumah di Jalan KH Agus Salim yang sempat terendam.
Seperti terpantau di Panti Asuhan Hidayatullah Polewali, seluruh aula dan ruang belajar terendam air.
Para anak panti dibantu petugas mengevakuasi air dan lumpur yang menggenangi ruangan.
"Kemarin sore ketinggian air sampai lutut. Alhamdulillah pagi ini sudah surut, tersisa lumpur bawaan banjir," kata pembina panti, Abdul Latief.
Dia menyebut kawasan sekitar pantai di Lingkungan Koppe ini sudah menjadi langganan banjir.
Setiap hujan deras, seperti yang terjadi pada Senin (27/4/2026) sore hingga malam hari, air sungai di Koppe meluap.
Akibatnya, sejumlah rumah dan gedung pemerintahan terendam.
Abdul Latief berharap ada penanganan dari pemerintah daerah terhadap kawasan langganan banjir tersebut.
"Semoga segera ada solusi agar kami tidak terus-menerus membersihkan sisa banjir seperti ini," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Polman, Faisal, mengerahkan puluhan petugas kebersihan ke lokasi terdampak.
Petugas diturunkan untuk membersihkan sampah yang terbawa arus banjir.
Dua truk pengangkut sampah juga dikerahkan dalam kegiatan gotong royong bersama petugas Brimob.
"Memang kawasan ini cukup rendah dan menjadi langganan banjir. Kami kerahkan petugas untuk gotong royong membersihkan lingkungan," ujarnya.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli