Terkuak! Taksi Mogok jadi Pemicu Tabrakan Maut Argo Bromo vs KRL Bekasi 7 Orang Dilaporkan Tewas
Ilham Bintang Anugerah April 28, 2026 10:42 AM

- Insiden tabrakan antara kereta jarak jauh dan Kereta Rel Listrik (KRL) di Bekasi, Jawa Barat jadi sorotan.

Diduga, peristiwa ini dipicu oleh rangkaian faktor yang bermula dari gangguan jalur rel.

Mengutip TribunnewsBogor.com, dari informasi awal, penyebab utama dari insiden ini diduga berawal dari sebuah taksi yang tertemper KRL di perlintasan rel pada Senin (27/4/2026) malam.

Akibat dari tertempernya taksi tersebut, operasional di jalur kereta pun terganggu.

Dampaknya tak hanya satu titik, gangguan di rel menyebabkan perjalanan KRL lain tertahan di Stasiun Bekasi Timur.

Sistem persinyalan yang mengatur lalu lintas kereta juga ikut terganggu.

Dalam kondisi tersebut, kereta jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasarturi tetap melaju hingga menabrak KRL yang tertahan di Stasiun Bekasi TImur.

Kecelakaan ini menyoroti persoalan keselamatan di perlintasan sebidang yang masih menjadi masalah nasional.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pengamanan perlintasan sebidang hingga penguatan sistem persinyalan supaya mampu mengantisipasi gangguan secara cepat dan mencegah kecelakaan serupa terulang kembali.

Mengutip TribunJabar.id, seorang penumpang KRL bernama Hafiz mengatakan bahwa kereta yang ia tumpangi terpaksa berhenti di Stasiun Bekasi Timur untuk menunggu sinyal aman.

"KRL saya saat itu sedang menunggu sinyal aman karena di depan ada kecelakaan lain, yakni mobil taksi online yang ditabrak kereta api," ujarnya, Senin (27/4/2026).

Saat sedang menunggu tersebut, tiba-tiba dari arah belakang (Jakarta) muncul KA Argo Anggrek dengan kecepatan tinggi hingga akhirnya menghantam bagian belakang KRL.

"KRL lagi berhenti, tiba-tiba ada KA Argo Bromo Anggrek dari belakang ngebut,"

"Kecepatannya benar-benar terasa kencang sekali," kata saksi lainnya, Firdaus.

Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan menembus gerbong KRL Commuterline lalu terlihat asap mengepul di area stasiun.

Direktur PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero, Bobby Rasyidin mengatakan, hingga Selasa (28/4/2026) pukul 07.00 WIB, ada tujuh orang yang dilaporkan meninggal dunia.

Sementara 81 orang lainnya alami luka-luka dan dirawat di rumah sakit.

(*)

# kecelakaan # kereta api # Argo Bromo Anggrek # krl # Stasiun Bekasi Timur

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.