- Ketua Parlemen Iran mengaku pihaknya masih memegang "kartu penting" untuk dimainkan.
Bahkan, Mohammad Bagher Ghalibaf juga mengklaim bahwa pihak Amerika Serikat (AS) telah kehabisan "kartu" dalam memerangi Teheran.
Mengutip Tasnim pada (28/4), hal ini diutarakan oleh Ghalibaf dalam unggahannya di X pada Minggu (27/4/2026) malam.
Lebih tepatnya, Ghalibaf menyatakan bahwa AS telah menguras sebagian besar pengaruhnya dalam tekanan ekonomi terhadap Iran.
Sementara itu, Teheran disebutnya masih memiliki sejumlah “kartu” penting yang bisa dimainkan di zona konflik.
Lantas, dalam unggahannya di akun X Ghalibaf menguraikan "kartu ekonomi" kedua belah pihak, menepis klaim pejabat AS tentang dominasi mereka.
Ia bahkan menyindir bahwa pihak lawan terlalu membanggakan “kartu” yang dimiliki.
Lalu menjelaskan bahwa kekuatan Iran di sisi pasokan—seperti Selat Hormuz yang sebagian sudah digunakan, Bab el-Mandeb dan jalur pipa yang belum dimanfaatkan—diimbangi oleh langkah AS di sisi permintaan.
Tepat, seperti pelepasan cadangan minyak yang sudah dilakukan, penurunan permintaan yang baru sebagian terjadi, serta kemungkinan penyesuaian harga ke depan.
Ia juga menambahkan bahwa dampaknya bisa terasa hingga musim liburan di AS, kecuali situasinya berubah.