Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Ribuan warga asal Kabupaten Lombok Timur memadati ruas jalan depan Asrama Haji Embarkasi Lombok, mereka sengaja datang untuk mengantar anggota keluarga menuju tanah suci, Senin (27/4/2026) malam.
Di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah menjadi tradisi bagi masyarakat, setiap ada anggota keluarga yang menjadi tamu Allah mereka akan mengantarkannya.
Bukan hanya sampai di depan Asrama Haji tetapi sampai keberangkatan di Bandara.
Bahkan ketika jemaah harus menginap di Asrama Haji sebelum diterbangkan ke tanah suci, mereka juga akan ikut bermalam di area sekitar.
Baca juga: 177 Hotel di Lima Wilayah Makkah Tempat Menginap Jemaah Haji
Talaah (46) warga asal Sambelia, Kabupaten Lombok Timur rela menempuh perjalanan empat jam menuju ke Mataram demi mengantarkan saudaranya menuju tanah suci.
"Tadi berangkat jam 1 (Siang) sampai jam 4 karena macet," jelasnya saat ditemui di depan Asrama Haji Embarkasi Lombok, Senin (27/4/2026) malam.
Ia bersama keluarga mengaku akan menginap di depan Asrama Haji yang terletak di Jalan Raden Soedjono Lingkar Selatan, Kota Mataram itu.
Hanya bermodalkan tikar yang dibawa dari rumah, Talaah setia menunggu keberangkatan saudaranya yang menurut jadwal akan diterbangkan pada, Selasa (28/4/2026) pukul 17.50 Wita.
"Jauh dari Sambelia, makanya kita rela menginap. Mau lihat kakak berangkat," ujarnya.
Mereka menggelar tikar tepat di atas median jalan depan gerbang utama Asrama Haji.
Meskipun beratapkan langit namun Talaah tetap setia bersama keluarga yang lain menunggu waktu keberangkatan anggota keluarganya.
"Ini kita nunggu kakak berangkat, iya (sampai besok), ini bersama keluarga. Tidak (Pakai tenda) tidak bawa tenda," kata Talaah.
Untuk menginap Talaah bersama keluarga banyak membawa makanan, walau tak membawa peralatan namun karena banyak pedagang yang menjajakan makanan ia tidak khawatir kekurangan makanan.
Selain Talaah bersama dengan keluarga, banyak juga anggota jamaah haji yang lain ikut menginap.
Mereka ada yang tidur di mobil, median jalan atau menyewa penginapan darurat di depan Asrama Haji.
Sesekali mereka nampak ingin masuk ke dalam Asrama untuk bertemu para tamu Allah itu, hanya saja gerbang masuk di jaga ketat oleh petugas keamanan.
Mereka akan diberi kesempatan masuk, dengan syarat jamaah lah yang diminta menuju ke gerbang.
Kloter 6 asal Kabupaten Lombok Timur secara keseluruhan berjumlah 393 jamaah haji, dengan rincian sebanyak 388 orang jamaah reguler, dan lima orang petugas kloter.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh (Kanwil Kemenhaj) NTB, Lalu Muhammad Amin mengatakan, di dalam kloter ini terdapat 31 jamaah masuk kategori risiko tinggi (Risti) berat, 77 orang risti sedang, 127 risti ringan dan 132 tidak risti.
(*)