Crane dari Cirebon Dikerahkan! 9 Kru Meluncur ke Bekasi Timur Usai Tabrakan Kereta Maut
Dwi Yansetyo Nugroho April 28, 2026 11:11 AM

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto


TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON – Di tengah dampak luas tabrakan kereta api maut di Stasiun Bekasi Timur, langkah cepat dilakukan dari Stasiun Cirebon Kejaksan.

Satu unit crane bersama sembilan kru dikerahkan menuju lokasi untuk membantu proses evakuasi rangkaian kereta yang mengalami kecelakaan.

Pengiriman bantuan ini menjadi bagian dari respons cepat PT KAI Daop 3 Cirebon dalam menangani dampak insiden yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur.

Baca juga: 7 Korban Tewas Tabrakan Maut Kereta Api Argo Bromo Anggrek vs KRL Bertambah, 81 Luka-luka


Manager Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin mengungkapkan, bahwa tim langsung diterjunkan untuk mempercepat proses penanganan di lapangan.

“Ya, untuk membantu evakuasi sarana kereta yang mengalami kejadian, dari Daop 3 Cirebon mengirimkan satu buah kran (crane), ya, dengan 9 kru dan tentunya masinis dan asisten masinis, serta beberapa orang untuk yang membantu baik itu evakuasi sarana maupun perbaikan prasarana di lokasi kejadian,” ujar Muhibbuddin saat diwawancarai di Stasiun Cirebon Kejaksan, Selasa (28/4/2026).

Di sisi lain, suasana di Stasiun Cirebon Kejaksan pada pagi hari tetap menunjukkan aktivitas yang cukup padat.

Puluhan penumpang terlihat memadati ruang tunggu utama yang ditopang pilar-pilar besar bergaya kolonial.

Baca juga: 7 Korban Tewas Tabrakan Maut Kereta Api Argo Bromo Anggrek vs KRL Bertambah, 81 Luka-luka


Sebagian duduk sambil menatap layar ponsel, sementara lainnya berbincang atau sekadar beristirahat di antara koper dan tas bawaan.

Di area boarding gate, antrean penumpang terus bergerak menuju pemeriksaan tiket.

Layar informasi digital menampilkan jadwal perjalanan ke berbagai kota seperti Yogyakarta, Gambir, Solo Balapan, hingga Surabaya, meski sebagian mengalami perubahan akibat gangguan operasional.

Arus lalu lalang di hall utama pun tetap berjalan normal. 

Baca juga: 7 Korban Tewas Tabrakan Maut Kereta Api Argo Bromo Anggrek vs KRL Bertambah, 81 Luka-luka


Penumpang dengan koper dan ransel tampak hilir mudik menuju peron maupun pintu keluar, sementara petugas di loket tiket melayani pembelian dan verifikasi dengan sigap.

Muhibbuddin menjelaskan, insiden tabrakan tersebut berdampak langsung terhadap perjalanan kereta yang melintasi wilayah Cirebon.

“Setelah kejadian tadi malam, kereta Argo Bromo menumbur KRL di emplasemen Stasiun Bekasi Timur. Dari kejadian tersebut berdampak kepada operasional kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon,” ucapnya.

Ia menyebutkan, pembatalan perjalanan terjadi secara bertahap sejak malam hingga hari ini.

Baca juga: 7 Korban Tewas Tabrakan Maut Kereta Api Argo Bromo Anggrek vs KRL Bertambah, 81 Luka-luka


“Tadi malam ada 10 KA yang dibatalkan yang melintas di wilayah Daop 3 Cirebon. Dan pada hari ini, tanggal 28, ada 17 KA lagi yang dibatalkan, sehingga total KA yang dibatalkan yang melalui wilayah Daop 3 ada 27 KA,” jelas dia.

Tak hanya itu, sejumlah perjalanan yang tetap beroperasi juga mengalami keterlambatan.

“KA-KA yang masih berjalan juga mengalami keterlambatan yang cukup lumayan. Dan untuk keterlambatan ini memang dampak dari kejadian tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, jalur rel sempat hanya dapat dilalui satu jalur setelah proses evakuasi dilakukan.

Baca juga: 7 Korban Tewas Tabrakan Maut Kereta Api Argo Bromo Anggrek vs KRL Bertambah, 81 Luka-luka


“Pada pukul sekitar jam 01.00 malam, jalur hilir sudah bisa dilalui. Artinya, untuk ke arah Jakarta maupun ke arah Jawa sudah bisa melalui dengan satu jalur tersebut, sehingga antrean masih cukup lumayan. Nah, ini berdampak kepada keterlambatan beberapa KA tersebut,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan jumlah penumpang yang terdampak.

“Untuk jumlah penumpang kami sedang himpun, ya, berapa penumpang yang mengalami dampak dari kejadian tersebut. Nanti untuk data kami update di kesempatan berikutnya,” ucap Muhibbuddin.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 3 Cirebon juga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan operasional yang terjadi.

Baca juga: 7 Korban Tewas Tabrakan Maut Kereta Api Argo Bromo Anggrek vs KRL Bertambah, 81 Luka-luka


“Kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para pelanggan, saat ini proses evakuasi di lapangan sedang dilakukan oleh petugas dengan tetap mengutamakan keselamatan semua pihak,” jelas dia.

Dalam insiden tersebut, seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. 

Namun, data sementara mencatat empat orang meninggal dunia dan 79 lainnya mengalami luka-luka.

“Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan di sejumlah rumah sakit rujukan,” katanya.

Baca juga: 7 Korban Tewas Tabrakan Maut Kereta Api Argo Bromo Anggrek vs KRL Bertambah, 81 Luka-luka


Akibat kejadian ini, sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh dibatalkan, termasuk relasi Gambir–Cirebon hingga Pasar Senen–Surabaya. Di wilayah Cirebon sendiri, sedikitnya enam perjalanan menuju Jakarta mengalami keterlambatan antara 10 hingga 30 menit.

Muhibbuddin menegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi untuk mempercepat pemulihan kondisi.

“Kami akan terus melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait kondisi terbaru di lapangan, serta terus melakukan pembaruan informasi kepada pelanggan,” ujarnya.

Baca juga: 7 Korban Tewas Tabrakan Maut Kereta Api Argo Bromo Anggrek vs KRL Bertambah, 81 Luka-luka

Diketahui, kecelakaan terjadi saat KRL rute Bekasi–Jakarta tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur.

Di saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang tidak dapat menghindari tabrakan dan langsung menghantam rangkaian KRL tersebut. 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.