Ucapan Terakhir Nurhayati Sebelum Pingsan dan Meninggal setelah Dievakuasi dari Gerbong Kereta
Joseph Wesly April 28, 2026 12:50 PM

 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Nurhayati (63) sempat mengucapkan kalimat terakhir sebelum pingsan dan meninggal dunia setelah dievakuasi dari gerbong KRL usai kecelakaan KA Argo Bromo dan Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Korban disebut sempat bertanya, “Ini ada apa?” sesaat setelah berhasil dikeluarkan dari dalam gerbong, sebelum akhirnya kehilangan kesadaran dan meninggal dunia.

Korban Sempat Bertanya Sebelum Pingsan

"Kebetulan mertua saya ini yang terakhir dievakuasi. Nah, sempat setelah dievakuasi, keluar dari kereta, beliau sempat mengucapkan, ‘Ini ada apa?’, lalu pingsan dan akhirnya meninggal dunia,” kata menantu korban, Andi Ayubi (39), saat ditemui di rumah duka di Jalan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2026).

Korban diketahui tengah melakukan perjalanan dari Stasiun Bekasi menuju Cikarang untuk mengunjungi anaknya.

Baca juga: Update Korban Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur: 14 Orang Tewas

Baca juga: Ristuti Kustirahayu, Warga Sukatani Bekasi Jadi Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Ia berangkat bersama anak dan cucunya yang masih berusia lima tahun.

Suasana Panik Saat Tabrakan Terjadi

Menurut Andi, guncangan keras disertai padamnya listrik di dalam kereta membuat suasana menjadi gelap dan penuh kepanikan.

“Lampu dan kipas mati, penumpang panik dan berusaha menyelamatkan diri,” ujar Andi.

Dalam situasi tersebut, anak dan cucu korban berhasil dievakuasi lebih dulu.

Sementara korban yang berusia 63 tahun menjadi salah satu penumpang terakhir yang dievakuasi. Meski selamat dari dalam gerbong, nyawa korban tidak tertolong.

Keluarga Dapat Kabar Korban Meninggal Satu Jam Kemudian

Keluarga baru mengetahui kondisi korban sekitar satu jam setelah kejadian.

“Awalnya kami ditelepon, dibilang mama pingsan. Kami bingung. Sekitar satu jam kemudian baru ada kabar kalau beliau sudah meninggal,” ujarnya.

Perjalanan Malam Dipilih untuk Menginap di Cikarang

Perjalanan malam itu dipilih karena korban berencana menginap di rumah anaknya di Cikarang dan mengira kondisi kereta malam lebih lengang.

"Rencananya malam mungkin keretanya bisa lebih lenggang, seperti itu. Terus yang kedua kan ada rencana panjang buat menginap," kata dia.

Jenazah Dimakamkan di TPU Karet Tengsin

Jenazah korban rencananya dimakamkan di TPU Karet Tengsin usai salat Zuhur.

Informasi terbaru, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dijadwalkan datang ke rumah duka sebelum Zuhur.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.