WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, menerima delapan kantung jenazah korban kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).
Delapan kantung jenazah itu dibawa menggunakan ambulans Palang Merah Indonesia (PMI).
Petugas ambulans yang tiba di RS Polri langsung menurunkan delapan kantung jenazah tersebut.
Jenazah-jenazah itu kemudian dibawa ke ruang mayat untuk dilakukan pemeriksaan atau indetifikasi pihak Rumah Sakit Polri.
Baca juga: Cerita Endang Bertahan hingga 10 Jam Akibat Terjepit Gerbong Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur
Kepala Biro Dokter Polisi (Karodokpol) RS Polri, Brigjen Nyoman Edi, menjelaskan, sejak Selasa pagi tadi sampai siang ini sudah ada delapan kantung jenazah diterima oleh RS Polri.
"Rekan-rekan di sana (lokasi kejadian) masih menyisir korban," kata Nyoman Edi.
Kantung jenazah yang dibawa ke RS Polri itu diduga potongan-potongan tubuh para penumpang KRL.
Semua kantung jenazah yang diterima itu berjenis kelamin perempuan.
Baca juga: Kisah Ristuti, Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi, Dijemput Suami Tak Kunjung Tiba
Sejauh ini di RS Polri tidak ada korban luka yang dirawat.
Seluruh korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi, Jawa Barat.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengunjungi RSUD Bekasi untuk menjenguk korban luka kecelakaan kereta, Selasa.
Prabowo akan segera melakukan investigasi atas insiden kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur. (m26)