Contoh Modul Ajar Berdiferensiasi Bahasa Indonesia Kelas 5 SD Fase C Kurikulum Merdeka
Siti Umnah April 28, 2026 03:27 PM

SRIPOKU.COM - Menghadapi keberagaman kemampuan literasi siswa di jenjang sekolah dasar memerlukan strategi pembelajaran yang lebih personal dan tidak lagi seragam.

Melalui Modul Ajar Berdiferensiasi ini, guru diajak untuk menyajikan materi Bahasa Indonesia dengan cara yang lebih fleksibel, baik melalui pendekatan visual, auditori, maupun kinestetik.

Dengan memetakan kebutuhan belajar siswa secara tepat, proses memahami unsur intrinsik cerita kini menjadi pengalaman yang lebih inklusif, menyenangkan, dan berpusat pada potensi setiap individu.

Baca juga: Contoh Modul Ajar Berdiferensiasi: Solusi Guru Kelola Siswa dengan Kemampuan Beragam di Kelas

Modul Ajar Bahasa Indonesia: Fase C (Kelas 5)

Informasi Umum

  • Materi Utama: Unsur Intrinsik Cerita Pendek (Cerpen)
  • Alokasi Waktu: 3 x 35 Menit (1 Pertemuan)
  • Target Peserta Didik: Reguler (dengan pemetaan gaya belajar)
  • Profil Pelajar Pancasila: Mandiri, Bernalar Kritis, dan Kreatif.

1. Tujuan Pembelajaran

  • Siswa dapat mengidentifikasi unsur intrinsik (tokoh, watak, latar, dan amanat) dalam teks narasi.
  • Siswa mampu menyajikan analisis unsur intrinsik melalui media yang sesuai dengan minat dan gaya belajarnya.

2. Langkah-Langkah Pembelajaran

A. Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)

  • Apersepsi: Guru menceritakan sebuah legenda singkat secara lisan (misal: Legenda Kemaro).
  • Pertanyaan Pemantik: "Siapa pahlawan dalam cerita tadi? Di mana kejadiannya? Apa pesan yang bisa kita ambil?"
  • Motivasi: Menyampaikan bahwa setiap orang punya cara berbeda dalam memahami cerita, dan hari ini semua cara itu akan dihargai.

B. Kegiatan Inti (70 Menit)

1. Diferensiasi Konten (Input Materi)

Guru menyediakan satu cerita yang sama namun dalam format yang berbeda:

  • Visual: Teks cerpen yang dilengkapi dengan ilustrasi gambar menarik.
  • Auditori: Rekaman audio (podcast) guru yang sedang membacakan cerpen tersebut.
  • Kinestetik: Potongan-potongan paragraf cerita yang ditempel di beberapa sudut kelas (siswa harus berjalan untuk membaca cerita secara utuh).

2. Diferensiasi Proses (Cara Mengolah)

Siswa bekerja dalam kelompok berdasarkan tingkat kesiapan belajar:

  • Kelompok Perlu Bimbingan: Mengidentifikasi tokoh dan latar dengan bantuan lembar kerja panduan (clue).
  • Kelompok Cakap: Mengidentifikasi seluruh unsur intrinsik dan mulai mendiskusikan watak tokoh.
  • Kelompok Mahir: Menganalisis hubungan antar unsur (misal: bagaimana latar tempat memengaruhi sifat tokoh).

3. Diferensiasi Produk (Hasil Karya)

Siswa memilih satu cara untuk mempresentasikan analisis unsur intrinsiknya:

  • Produk Visual: Membuat poster atau komik strip tentang unsur intrinsik cerita.
  • Produk Auditori: Membuat rekaman suara atau presentasi langsung seolah-olah menjadi kritikus sastra.
  • Produk Kinestetik/Tulis: Membuat papan mading mini atau menyusun kartu-kartu unsur cerita di meja besar.

C. Kegiatan Penutup (20 Menit)

  • Galeri Belajar: Siswa saling melihat hasil karya temannya (Window Shopping).
  • Refleksi: Guru bertanya, "Bagian mana yang paling mudah dipahami saat kalian menggunakan media pilihan tadi?"
  • Umpan Balik: Guru memberikan penguatan terhadap konsep unsur intrinsik yang telah dipelajari.

3. Instrumen Asesmen

Rubrik Penilaian Produk (Analisis Cerita)

Kriteria Skor 4 (Sangat Baik) Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1 (Perlu Pendampingan)
Kelengkapan Unsur Menyebutkan 4 unsur dengan tepat. Menyebutkan 3 unsur dengan tepat. Menyebutkan 2 unsur dengan tepat. Hanya menyebutkan 1 unsur.
Kreativitas Penyajian Produk sangat rapi, menarik, dan orisinal Produk rapi dan menarik. Produk cukup rapi namun kurang variasi. Produk kurang rapi dan belum selesai.
Kesesuaian Isi Analisis sangat akurat sesuai teks. Analisis sebagian besar akurat. Analisis cukup akurat namun ada kekeliruan. Analisis tidak sesuai dengan teks.

 

4. Media & Alat Pembelajaran

  • Teks Cerpen "Petualangan di Sungai Musi".
  • Speaker/HP untuk memutar audio.
  • Kertas karton, spidol, dan lem.
  • Aplikasi Canva (opsional bagi yang ingin membuat produk digital).

Catatan untuk Guru: Pastikan cerita yang dipilih dekat dengan keseharian siswa agar mereka lebih mudah melakukan identifikasi watak dan amanat. Pemanfaatan kearifan lokal dalam pemilihan teks akan menambah nilai kebermaknaan pembelajaran.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.