Penantian Suyatno di Stasiun Jemput Istri Berakhir Duka, Bininya Tewas Kecelakaan KRL
Robertus Didik Budiawan Cahyono April 28, 2026 04:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bekasi - Seperti biasa Suyatno (43) menjemput istrinya Ristuti Kustirahayu (37) di Stasiun Cikarang, Bekasi, Senin (27/4/2026) malam.

Ristuti setiap hari menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) untuk pulang pergi ke tempat kerjanya di Jakarta.

Namun malam itu tidak seperti malam biasanya. Suyatno yang baru pulang berdagang sudah stand bya di stasiun pukul 21.00 WIB. Namun dia tidak kunjung melihat kehadiran pasangan hidupnya itu.

Warga Perumahan Sukamanah Residence Blok A47 nomor 4 RT 004 RW 013, Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi inipun gelisah sehingga bertanya ke satpam terkait kedatangan kereta.

Justru jawaban dari satpam membuat Suyatno semakin khawatir perihal nasib istrinya. "Suaminya tanya ke satpam, dapat info ada kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur," kata Ponco (28) tetangga Suyatno.

Baca juga: Daftar Nama Korban Kecelakaan KRL vs Argo Bromo Anggrek di Bekasi, 14 Tewas

Lantas Suyatno bergegas pulang ke rumah dahulu untuk menitipkan anak. Kemudian mengajak Ponco menuju Stasiun Bekasi Timur mencari istrinya.

Saat sampai di Stasiun Bekasi Timur suasananya sudah ramai warga dan petugas yang melakukan evakuasi.

Di tengah kerumunan orang, Ponco bersama Suyatno menerobos dan meminta izin petugas untuk masuk ke area dalam.

"Di sana kita ke tempat informasi, dan sekitar 2 jam akhirnya dapat info bahwa korban (Ristuti ) ada di rumah sakit Bella Bekasi," imbuhnya dikutip dari TribunBekasi.com.

Tak pakai lama, Ponco bersama Suyatno langsung menuju rumah sakit. Ketika di rumah sakit, sang suami syok mendapatkan kenyataan istrinya sudah terbujur kaku di ruang instalasi jenazah.

"Syok berat, ya karena meninggalnya kecelakaan. Saya berusaha tenangin dan bantu urus-urus untuk kepulangan jenazah," kata dia.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi dari rumah sakit nyawa almrahum sudah tidak tertolong atau meninggal di lokasi kejadian.

Jenazah almarhum dibawa ke kampung halaman di Puncanganom RT 002 RW 004 Bero, Manyaran Wonogiri, Jawa Tengah.

Jenazah berangkat dari rumah sakit Bella Bekasi pukul 07.00 WIB menggunakan ambulans yang disediakan PT KAI menuju kampung halamannya.

"Jadi engga ke sini dulu, langsung dibawa ke kampung halamannya di Wonogiri, Jawa Tengah untuk di semayamkan dan makamkan," kata dia.

Ristuti Kustirahayu (37) merupakan satu dri belasan korban tewas kecelakaan antara kereta jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Korban merupakan warga Perumahan Sukamanah Residence Blok A47 nomor 4 RT 004 RW 013, Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi.

Berdasarkan pantauan Tribun Bekasi, bendera kuning sudah terpasang beberapa titik mulai dari kawasan depan perumahan hingga menuju ke rumah duka.

Sejumlah tetangga datang berkumpul di rumah duka. Tenda dan kursi-kursi terpasang di depan rumahnya.

Ketua RT setempat, Prio Budiarto (59) membenarkan bahwa warganya bernama
Ristuti Kustirahayu (37) merupakan korban tewas kecelekaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.

"Iya benar warga kami, subuh tadi saya dapat kabarnya," kata dia saat diwawancara pada Selasa (28/4/2026).

Ia menjelaskan, jenazah almarhum tidak disemayamkan di rumah duka. Almarhum  dimakamkan di kampung halamannya di Puncanganom RT 002 RW 004 Bero, Manyaran Wonogiri, Jawa Tengah.

"Informasi tadi pukul 07.00 WIB langsung dibawa ke kampung halamannya. Dimakamkan di sana," beber dia.

Ia menambahkan, korban bekerja di Jakarta dan kerap menggunakan KRL Commuter Line setiap hari dengan naik di Stasiun Cikarang.

"Kerja di Jakarta, setiap hari naik KRL. Yang antar jemput juga suaminya," katanya.

Menurutnya, almarhum sosok yang ramah dan kerap menyapanya ketika berangkat kerja.

Tetangga juga tak menyangka akan kabar tersebut dan tidak ada firasat apapun.

"Saya komunikasi sama suaminya juga syok engga nyangka. Engga ada firasat apapun," kata dia.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.