TRIBUNPEKANBARU.COM - PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) menggelar Rapat Evaluasi Kinerja Triwulan I Tahun 2026 pada 28–29 April 2026 sebagai langkah strategis dalam memperkuat kinerja, sinergi, serta tata kelola perusahaan yang berkelanjutan.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.15 WIB tersebut berlangsung khidmat, diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Alquran, doa bersama, serta sholawat sebagai bentuk penguatan nilai spiritual dalam budaya kerja perusahaan.
Dalam arahannya, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Helwin Yunus menegaskan bahwa BRK Syariah memiliki fondasi yang kuat, baik dari sisi produk maupun infrastruktur, yang mampu bersaing di industri perbankan dan Bank Pembangunan Daerah (BPD). Ke depan, diperlukan orkestrasi yang lebih terintegrasi agar seluruh potensi tersebut dapat dimaksimalkan.
“BRK Syariah memiliki kekuatan yang besar. Dengan sinergi dan penyelarasan yang tepat, kita optimistis dapat terus meningkatkan kinerja sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan komitmen bank sebagai BUMD dalam mendukung pembangunan daerah, sejalan dengan regulasi yang berlaku.
Selain itu, penguatan permodalan serta peneguhan identitas sebagai bank syariah menjadi prioritas, tidak hanya dalam aspek bisnis, tetapi juga dalam implementasi nilai-nilai syariah secara menyeluruh.
Sebagai bagian dari transformasi berkelanjutan, BRK Syariah turut mengacu pada Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) dalam merumuskan arah kebijakan dan strategi bisnis di seluruh unit kerja.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko, Fajar Restu Febriansyah, menyampaikan apresiasi sekaligus menyapa para Pemimpin Divisi, Pemimpin Desk, seluruh peserta rapat, serta General Manager dan Branch Manager yang saat ini mengemban amanah baru.
Ia mengajak seluruh insan BRK Syariah untuk terus memperkuat kolaborasi dan menjaga semangat adaptif dalam menghadapi dinamika industri.
Sementara itu, Dewan Komisaris melalui Komisaris Independen, Roy Prakoso, menekankan pentingnya penguatan manajemen risiko sebagai pilar utama dalam menjaga kinerja bank tetap sehat dan berkelanjutan.
Ia menyoroti perlunya mitigasi risiko yang lebih kuat, khususnya pada pembiayaan, melalui proses yang prudent dan disiplin.
“Manajemen risiko harus menjadi bagian yang terintegrasi dalam setiap pengambilan keputusan. Dengan penguatan kontrol dan penerapan prinsip kehati-hatian, kita dapat menjaga kualitas aset dan mendorong pertumbuhan yang sehat,” jelasnya.
Ia juga mendorong optimalisasi portofolio pembiayaan yang lebih tepat sasaran, khususnya pada segmen mikro, kecil, dan menengah (MKM), serta penguatan pengendalian internal untuk mencegah potensi fraud.
Selain itu, peningkatan kesadaran terhadap risiko siber dan penerapan budaya kerja I-Share dinilai penting dalam memperkuat tata kelola perusahaan.
Rapat evaluasi ini turut diisi dengan pemaparan Standar Operasional dan Tata Kelola (SOT) oleh Divisi MSDI serta laporan kinerja Triwulan I 2026 oleh Divisi Perencanaan dan Keuangan.
Melalui kegiatan ini, BRK Syariah menegaskan komitmennya untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan, memperkuat tata kelola, serta menghadirkan layanan perbankan syariah yang unggul, terpercaya, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.