Reporter: Mutia R Kadullah, Mahasiswa Magang
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pecinta kuliner sate di Gorontalo memiliki sejumlah pilihan tempat makan yang menarik untuk dicoba.
Tiga warung sate ini menawarkan cita rasa berbeda, harga terjangkau, serta kisah usaha unik dari masing-masing pemiliknya.
Sate Taichan Kalimantan dikelola oleh Tia Pakaya (33), warga asli Gorontalo yang menjalankan usaha kuliner di halaman rumahnya di Jalan Kalimantan, Kompleks Geprek Uyat.
Di tengah kesibukan mengurus dua anak, Tia tetap fokus mengembangkan usaha sate yang dirintis sejak 2023 tersebut.
Menu andalan yang ditawarkan adalah sate taichan dengan pilihan daging ayam bagian dada atau paha, serta sate kulit ayam. Selain itu, tersedia juga menu ayam cabai hijau sebagai pelengkap.
Baca juga: Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Korban Meninggal Bertambah Jadi 14 Orang
Harga sate taichan dibanderol Rp18 ribu per porsi. Sementara paket lengkap dengan nasi atau lontong dijual mulai Rp20 ribu hingga Rp23 ribu.
Adapun ayam cabai hijau dijual Rp15 ribu per porsi atau Rp20 ribu jika ditambah nasi.
Usaha tersebut beroperasi setiap hari mulai pukul 18.00 Wita hingga tengah malam. Namun, warung bisa tutup lebih awal apabila stok dagangan habis terjual.
Dalam mempromosikan usahanya, Tia aktif menggunakan media sosial dan sempat bekerja sama dengan sejumlah selebgram lokal Gorontalo.
Warung Sate Padang dikelola Valentino (34), perantau asal Padang yang kini menetap di kawasan Bensol, Gorontalo.
Usaha kuliner itu berlokasi di Jalan Andalas, tepat di depan Global Motor, dan mulai beroperasi setiap hari setelah waktu Maghrib.
Valentino mulai berjualan di lokasi tersebut sejak Oktober 2025.
Warung ini menyediakan dua menu utama, yakni sate ayam dan sate daging.
Sate ayam dijual Rp15 ribu per porsi, sedangkan sate daging dibanderol Rp20 ribu per porsi. Harga tersebut sudah termasuk ketupat.
Meski tidak aktif mempromosikan dagangan melalui media sosial pribadi, Valentino mengaku usahanya terbantu dari promosi pelanggan yang mengunggah pengalaman makan mereka di media sosial.
Sate Ayam Cak Ichan dikelola Nance Tun (47), perantau asal Batudaa Pantai yang kini menetap di Bulotadaa Timur.
Usaha sate tersebut telah dijalankan sejak awal 2021 dan kini berkembang hingga memiliki empat cabang di Gorontalo.
Menu utama yang ditawarkan adalah sate ayam dan lontong dengan harga Rp12 ribu per porsi.
Warung ini tidak menyediakan sate daging maupun menu minuman selain air mineral.
Saat ini, lokasi utama penjualan berada di depan Asrama Putri UNG (Universitas Negeri Gorontalo).
Warung sate tersebut mulai melayani pelanggan sejak pukul 17.00 Wita hingga tengah malam.
Meski tidak dipromosikan melalui media sosial, usaha ini tetap ramai pelanggan dan mampu berkembang ke beberapa lokasi lain, seperti kawasan JDS 2, dekat kantor KPU lama, area Kimia Farma, serta pertigaan dekat bengkel.
Menurut Nance, pelayanan yang konsisten menjadi salah satu kunci usaha mereka tetap bertahan dan berkembang meski sempat beberapa kali berpindah lokasi. (*)