Tatapan Kosong Ayah Setibanya Jenazah di Wonogiri, Ristuti Korban Kecelakaan KA di Bekasi
deni setiawan April 28, 2026 07:59 PM

 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Ristuti Kustirahayu (37) menjadi satu korban tewas dalam kecelakaan tragis antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat pada Senin (27/4/2026) malam.

Ristuti adalah warga asal Kabupaten Wonogiri yang bekerja di Jakarta dan saat ini tinggal di Cikarang Bekasi.

Pasca kejadian, jenazah pun dibawa ke kampung halaman, dimakamkan di Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri.

Baca juga: Detik-detik Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek Hantam KRL di Bekasi, Saksi: Suaranya Seperti Bom

Jenazah Ristuti Kustirahayu (37) yang meninggal dalam kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jawa Barat tiba di rumah duka di Kabupaten Wonogiri, Selasa (28/4/2026).

Di rumah duka Dusun Puncanganom RT 02 RW 04 Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, jenazah korban tiba sekira pukul 16.15.

Langit Manyaran tampak redup saat sirene ambulans perlahan memecah keheningan lingkungan Dusun Puncanganom itu.

Warga yang sejak siang hari menunggu di depan rumah duka akhirnya menyaksikan momentum paling berat yaitu kepulangan Ristuti Kustirahayu (37) dalam balutan kain kafan.

Di halaman rumah sederhana itu, duka seketika pecah.

Seorang pria berpeci merah yang diketahui adalah ayah korban berdiri tak jauh dari pintu, menatap kosong ke arah ambulans yang baru berhenti.

Sejenak setelah ambulans berhenti, suami korban yang mengenakan topi dan jaket langsung mendekat ke ayah korban, lalu berpelukan. 

Isak tangis yang tertahan sejak perjalanan jauh dari Bekasi akhirnya runtuh di halaman rumah itu.

Tak banyak kata. Hanya suara tangis yang bersahutan, bercampur bisik doa dari keluarga dan kerabat yang sudah berkumpul.

Beberapa tetangga menunduk, sebagian lain mengusap air mata, menyaksikan kepedihan yang begitu nyata di hadapan mereka.

Jenazah Ristuti kemudian diturunkan perlahan dari ambulans.

Tangan-tangan keluarga menyambut penuh hati-hati, seolah masih berharap waktu bisa berhenti sejenak.

Tatapan ayah korban tetap kosong seperti kehilangan arah, sementara sang suami terus menunduk, berusaha tegar di tengah duka yang menghimpit.

Di dalam rumah, suasana semakin hening.

Hanya lantunan doa yang terdengar saat jenazah dibawa masuk untuk dimandikan dan disalatkan.

Setiap sudut ruangan dipenuhi pelayat yang datang silih berganti, memberikan penghormatan terakhir.

Ristuti kini telah kembali ke kampung halamannya untuk peristirahatan terakhir.

Seusai prosesi pemulasaraan, jenazah rencananya langsung dimakamkan di pemakaman setempat, diiringi doa dan harapan agar almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

Baca juga: Viral Perundungan Siswi SMP oleh Rekannya di Tegal, Pemicunya Saling Ejek

Korban Kecelakaan KA di Bekasi

Duka mendalam menyelimuti Suyatno (43) setelah sang istri, Ristuti Kustirahayu (37), meninggal akibat kecelakaan tragis antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

Peristiwa nahas itu terjadi saat Suyatno sedang menunggu kepulangan istrinya di Stasiun Cikarang sekira pukul 21.00.

Seperti hari-hari biasanya, dia setia menjemput Ristuti sepulang kerja.

Namun malam itu, sang istri tak kunjung tiba meski dia telah menunggu lebih dari satu jam.

Merasa khawatir, Suyatno sempat bertanya kepada petugas stasiun setempat.

Dari sanalah dia mendapat informasi adanya kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.

Mendengar kabar tersebut, dia segera pulang ke rumah untuk menitipkan anaknya. Bersama tetangganya, Ponco (28), bergegas menuju Stasiun Bekasi Timur.

KECELAKAAN - Potret KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Bekasi-Jakarta yang terlibat kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam. Data sementara, dua penumpang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam kecelakaan itu.
KECELAKAAN - Potret KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Bekasi-Jakarta yang terlibat kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam. Data sementara, dua penumpang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam kecelakaan itu. (Kompas.com/NURPINI AULIA RAPIKA)

Setibanya di stasiun, suasana sudah dipenuhi petugas dan warga yang melakukan proses evakuasi. 

Keduanya kemudian berusaha mencari informasi mengenai keberadaan Ristuti.

Setelah sekira dua jam pencarian, mereka mendapatkan kabar bahwa korban berada di RS Bella Bekasi.

Namun harapan Suyatno pupus saat tiba di rumah sakit.

Dia harus menerima kenyataan pahit bahwa istrinya telah meninggal dan berada di ruang jenazah.

Ponco mengungkapkan bahwa Suyatno mengalami syok berat setelah mengetahui kabar tersebut.

“Syok berat, karena meninggalnya akibat kecelakaan. Saya coba tenangkan suaminya dan bantu urus kepulangan jenazah,” ujar Ponco.

Berdasarkan keterangan pihak rumah sakit, Ristuti diduga meninggal di lokasi kejadian.

Jenazahnya kemudian diberangkatkan ke kampung halaman di Wonogiri pada Selasa (28/4/2026) sekira pukul 07.00 menggunakan ambulans yang difasilitasi PT KAI.

Baca juga: Tragedi Adik Tusuk Kakak Hingga Meninggal di Semarang, Ayah Syok Kehilangan Dua Anak Sekaligus

Suasana Rumah Duka

Ristuti diketahui merupakan warga Perumahan Sukamanah Residence, Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi.

Suasana duka terlihat jelas di lingkungan rumahnya.

Bendera kuning terpasang di sejumlah titik, sementara tenda dan kursi disiapkan di depan rumah untuk para pelayat.

Sejumlah tetangga tampak berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir.

Ketua RT setempat, Prio Budiarto (59), membenarkan bahwa Ristuti adalah salah satu korban tewas dalam kecelakaan tersebut.

“Iya benar warga kami, Selasa (28/4/2026) subuh saya dapat kabarnya,” ujarnya.

Namun, jenazah tidak disemayamkan di rumah duka karena langsung dibawa ke kampung halaman untuk dimakamkan di Manyaran Kabupaten Wonogiri.

Di sisi lain, Ristuti dikenal sebagai sosok yang ramah dan bersahaja.

Dia kerap menyapa warga setiap kali berangkat kerja.

Kesehariannya sebagai pekerja di Jakarta membuatnya rutin menggunakan KRL Commuter Line dari Stasiun Cikarang, dengan sang suami setia mengantar dan menjemputnya.

Kepergiannya yang mendadak meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan lingkungan sekitar.

Para tetangga tidak memiliki firasat apa pun sebelum kejadian tersebut.

“Saya komunikasi sama suaminya juga syok, enggak nyangka. Enggak ada firasat apa pun,” kata Prio.

Dimakamkan di Wonogiri

Ristuti Kustirahayu dimakamkan di kampung halamannya, tepatnya di Puncanganom RT 02 RW 04, Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri.

"Dimakamkan di sini," kata Camat Manyaran, Toto Tri Mulyarto, Selasa (28/4/2026).

Camat Manyaran menjelaskan, Ristuti merupakan perempuan kelahiran Manyaran yang telah berkeluarga dan menetap di Bekasi.

"Sudah bekerja, karyawan swasta. Anaknya ada dua," kata dia.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kabupaten Wonogiri, Herdian menyampaikan, berdasarkan hasil pengecekan, status kependudukan korban tercatat di Kabupaten Bekasi.

"Kalau status kependudukannya di Kabupaten Bekasi. Pengurusan Akte Kematian di sana," ujarnya. (*)

Sumber TribunSolo.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.