WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI – Skala tragedi kecelakaan maut antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, kian memilukan.
Hingga Selasa (28/4/2026) pagi, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan melonjak drastis menjadi 14 orang dimana semuanya adalah perempuan.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, bergerak cepat memastikan penanganan warganya yang terdampak, baik korban tewas maupun luka-luka.
Baca juga: Kata Sopir Taksi Hijau yang Diduga Penyebab Kecelakaan KRL di Bekasi Hingga 14 Perempuan Meninggal
Pemakaman Guru Nurlaela Diiringi Isak Tangis
Plt Bupati Bekasi mengawali agendanya dengan mengunjungi rumah duka almarhumah Nurlaela (40) di Kampung Ceger, Desa Tanjungbaru, Cikarang Timur.
Nurlaela merupakan seorang guru PNS di SD Pejagan 11, Pulogebang, Jakarta Timur, yang menjadi korban tewas dalam insiden tersebut saat dalam perjalanan pulang bekerja.
Isak tangis keluarga dan rekan sesama guru pecah saat jenazah mulai dimakamkan di tempat pemakaman dekat rumah duka sekitar pukul 11.00 WIB.
Menurut paman korban, Mulyadi, Nurlaela rutin menggunakan KRL setiap hari untuk bekerja.
Keluarga sempat cemas karena korban tak kunjung pulang dan telepon genggamnya ditemukan oleh pihak berwenang tanpa diketahui keberadaan pemiliknya.
Almarhumah meninggalkan seorang anak yang kini masih duduk di bangku kelas 6 SD.
Baca juga: Evaluasi Keselamatan KRL, Menteri PPPA Minta Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah
Tiga Warga Kabupaten Bekasi Tewas, Plt Bupati Cek Rumah Sakit
Asep Surya Atmaja mengonfirmasi bahwa dari data sementara, terdapat tiga warga Kabupaten Bekasi yang menjadi korban meninggal dunia.
Ketiganya berasal dari Kecamatan Sukatani, Cikarang Timur, dan Cibitung.
"Yang meninggal (warga Kabupaten) ada 3 orang. Untuk korban luka-luka, saya mau ke RSUD Kota Bekasi dan RS Bella untuk memastikan berapa warga kami yang dirawat dan bagaimana penanganannya," ujar Asep.
Pemkab Bekasi melalui Dinas Sosial juga telah menyiapkan santunan untuk meringankan beban keluarga korban.
Asep menekankan pentingnya pendataan cepat, mengingat dalam kecelakaan seperti ini, identitas seperti KTP seringkali hilang, yang berpotensi menghambat tindakan medis darurat seperti operasi.
Dugaan Penyebab: Berawal dari Taksi yang Terserempet
Kronologi maut ini diduga bermula ketika sebuah taksi terserempet kereta di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur sekitar pukul 20.50 WIB.
Akibat insiden tersebut, KRL jurusan Cikarang yang tengah berhenti menurunkan penumpang tertahan di lokasi.
Pada saat itulah, KA Argo Bromo Anggrek melintas dan menghantam KRL tersebut, mengakibatkan kerusakan parah dan jatuhnya banyak korban jiwa.
Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan akan terus memantau proses evakuasi dan perawatan medis hingga seluruh warganya mendapatkan penanganan yang layak dan profesional.