TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Salah satu penumpang KRL Commuter Line tujuan Cikarang yang diseruduk KA Argo Anggrek menceritakan detik-detik kecelakaan maut yang merenggut 15 nyawa tersebut. Desi Budianti(50) saat ditemui di Stasiun Bekasi Timur menyebutkan bahwa ia merasa ada yang tak beres, rangkaian kereta yang ditumpanginya tertahan di Stasiun Bekasi Timur cukup lama.
Baca juga: Nuryati Pingsan lalu Meninggal usai Dievakuasi dari Gerbong KRL, Sempat Tanya Situasi: Ini Ada Apa?
"Ternyata kan kereta itu ada yang keserempet kereta apa ditabrak kereta, tapi di jalur lain, jalur sebelah sana," ucap Desi, Selasa(28/4/2026).
Saat kejadian lanjut Desi, situasi di KRL cukup ramai namun tidak padat. Malam itu, Desi hendak pulang ke rumahnya di Cikarang setelah dari Jakarta. KRL merupakan transportasi andalannya untuk beraktivitas di Ibu Kota.
"Ibu biasanya di gerbong lima kalau naik kereta, dari Jakarta mau pulang ke Cikarang," kata Desi.
Di tengah keresahan lelah menunggu KRL tertahan, suasana tiba-tiba riuh setelah suara benturan keras terdengar dari gerbong belakang dari arah datangnya kereta.
"Kereta (KRL) kan berhenti lama, tiba-tiba 'brak' aja suaranya keras," ucap Desi.
Suara bentuan keras itu bahkan sampai membuat sejumlah penumpang KRL terpental, suasana langsung berubah seketika.
"Ya keras lah (suara benturan), orang pada mental semua! Itu bapak-bapak di depan Ibu juga semua mental," jelas dia.
Lampu KRL padam, Desi dan penumpang lain mulai mencari jalan keluar. Hanya satu pintu yang terbuka di gerbong lima.
Desi duduk di kursi prioritas, agak jauh dari pintu yang terbuka. Dia langsung lari menyelamatkan diri bersama penumpang lainnya.
"Kita orang langsung pada nyari keluar. Kan ada sebagian kan gerbong itu pintunya tertutup, di gerbong lima cuma satu doang yang terbuka" ucap dia.
Setelah berhasil keluar dari kereta, Desi dan penumpang lain baru mengetahui kondisi mengerikan terjadi di gerbong paling belakang.
Baca juga: UPDATE Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Anggrek: Korban Meninggal Dunia 15 Orang
Puing dan pecahan kaca berserakan, Desi saat itu belum langsung beranjak pergi. Dia melihat ada sejumlah penumpang kesakitan.
Sebisanya, Desi berusaha menolong seorang wanita yang mengalami luka parah di bagian paha.
"Ibu nolongin dua doang, orang Ibu juga gemeteran gimana melihat cewek itu pahanya semua dagingnya kelupas semua," kata Desi.