TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bangunan Little Aresha Daycare di Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta jadi sasaran aksi vandalisme dan perusakan oleh orang tidak dikenal (OTK).
Namun, siapa sosok di balik aksi vandalisme yang diduga terjadi pada Selasa (28/4/2026) dini hari itu masih menjadi teka-teki.
Pasalnya, masih minim bukti visual di sekitar lokasi kejadian.
Lurah Sorosutan, Muhammad Zulazmi, mengungkapkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa sesaat setelah laporan masuk.
Sayangnya, pencarian jejak digital melalui rekaman kamera pengawas sampai sejauh ini urung membuahkan hasil, mengingat akses yang sangat terbatas.
"Tadi Pak Bhabinkamtibmas menyampaikan, tidak ada CCTV di sekitar lokasi yang bisa merekam kejadian itu. Kemungkinan besar (vandalisme) terjadi pada dini hari," ujarnya.
Zulazmi mengaku hingga kini belum menerima laporan langsung dari warga sekitar mengenai aktivitas mencurigakan pada malam kejadian.
Informasi yang ia terima sejauh ini masih terbatas pada laporan aparat kewilayahan yang sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Baca juga: Dinding Little Aresha Daycare Dipenuhi Kalimat Makian
Meski bangunan telah dipagari garis polisi, pihaknya memastikan tidak akan lepas tangan, karena pengawasan terhadap situasi di lingkungan sekitar tetap dilakukan secara berjenjang.
"Tugas pengawasan (keamanan) memang bukan langsung di kami, tapi kami lakukan pemantauan melalui RT, RW, dan warga. Jika ada sesuatu yang dianggap perlu, warga kami minta segera melapor ke Bhabinkamtibmas," ujarnya.
Terkait koordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengenai penjagaan khusus oleh Satpol PP di lokasi daycare, Zulazmi mengaku belum mendapatkan instruksi resmi.
Ia membeberkan, sesuai instruksi Wali Kota Yogyakarta, pihaknya kini tengah gencar melakukan pendataan ulang terhadap seluruh daycare atau Tempat Penitipan Anak (TPA) di Sorosutan.
"Kami diperintah untuk melakukan pendataan daycare di wilayah masing-masing. Laporan sudah kami sampaikan melalui link yang tersedia kemarin siang," jelasnya.
Dari hasil penyisiran sementara oleh pengurus RW setempat, Zulazmi mengklaim daycare yang beroperasi di wilayah Sorosutan telah memiliki izin resmi.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga untuk menyinkronkan data perizinan tersebut guna memastikan keamanan dan legalitas tempat pengasuhan anak.
"Alhamdulillah, yang ada di data kami sementara ini sudah berizin semua. Kami ingin memastikan kejadian serupa tidak terulang, dan anak-anak di wilayah kami mendapat pengasuhan yang layak," pungkasnya. (*)