PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka mengambil langkah besar untuk mempercepat pembangunan daerah dengan merangkul PT Timah (Persero) Tbk dalam sebuah kesepakatan strategis. Bertempat di Aston Emidary Bangka Hotel & Convention Center, Pangkalpinang, Senin (27/4), kedua belah pihak resmi menandatangani perjanjian pemanfaatan lahan bersama yang diproyeksikan menjadi mesin baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kesepakatan ini menandai babak baru sinergi antara otoritas daerah dan raksasa pertambangan tersebut dalam mengelola potensi lahan agar tidak hanya menjadi aset diam, melainkan aset yang memberikan nilai tambah bagi pembangunan berkelanjutan.
Bupati Bangka, Fery Insani menegaskan, kerja sama ini merupakan manifestasi dari komitmen pemerintah untuk memperkuat kolaborasi dengan sektor korporasi. Ia percaya, integrasi visi antara pemerintah dan perusahaan adalah kunci untuk menjawab tantangan pembangunan di masa depan.
"Kerja sama ini merupakan langkah penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan pihak perusahaan. Harapan kami, pemanfaatan lahan ini nantinya dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan di Kabupaten Bangka," kata Fery Insani, Selasa (28/4).
Ia menekankan, kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat krusial untuk mendorong optimalisasi sumber daya lokal yang selama ini mungkin belum tergarap maksimal. Dirinya berharap agar ke depannya setiap jengkal lahan yang masuk dalam objek perjanjian dapat dikelola secara profesional dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar.
"Dengan adanya kerja sama seperti ini, kita berharap pemanfaatan lahan dapat dilakukan secara lebih terarah, produktif, dan tentunya memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah, sehingga masyarakat merasa betul-betul kita hadir di sini," ungkapnya.
Melalui kemitraan ini, Pemerintah Kabupaten Bangka dan PT Timah tidak hanya berfokus pada urusan administratif lahan semata, namun juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi peluang investasi dan program kesejahteraan lainnya.
"Langkah ini diharapkan menjadi pondasi kokoh untuk menciptakan iklim pembangunan yang harmonis, di mana kemajuan industri dan kesejahteraan rakyat dapat berjalan beriringan di Bumi Sepintu Sedulang," harapnya. (u2)