Moskow (ANTARA) - Otoritas Yunani tengah mempertimbangkan larangan anonimitas di internet guna mencegah penyebaran berita palsu dan ujaran kebencian oleh pengguna anonim, kata Menteri Digital Yunani, Dimitris Papastergiou, Selasa.

"Masalah utama di balik anonimitas adalah toksisitas – siapa pun, apalagi di media sosial, dapat mencemarkan nama baik seseorang sekaligus membunuh karakter tanpa menghadapi konsekuensi apa pun… Kita harus menemukan cara yang mensyaratkan platform untuk memverifikasi identitas akun," kata Papastergiou kepada portal berita Euractiv.

Dia mengatakan bahwa di Yunani Kuno, masyarakat dapat secara terbuka menyampaikan pandangan dan berbagi pendapat, dan model tersebut harus “menginspirasi” pengembangan bentuk baru “demokrasi digital.”

Menurutnya, gagasan tersebut telah dibahas pemerintah selama beberapa bulan dan kini sedang ditinjau di tingkat tertinggi, termasuk di kantor Perdana Menteri. Papastergiou juga menyebut terdapat beberapa solusi teknis untuk memverifikasi identitas pengguna.

Euractiv melaporkan bahwa upaya sebelumnya oleh aparat penegak hukum Yunani untuk mengidentifikasi pengguna yang menyebarkan ujaran kebencian dan fitnah secara anonim tidak membuahkan hasil.

Portal tersebut, mengutip juru bicara pemerintah Yunani Pavlos Marinakis, menyebutkan bahwa inisiatif ini tidak bertujuan menghapus anonimitas atau nama samaran, melainkan memastikan setiap akun terhubung dengan individu yang terverifikasi.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti