Prabowo Pulang Kampung ke Banyumas, Puji Pengolahan Sampah TPA BLE Kalibagor
khoirul muzaki April 28, 2026 06:07 PM

TRIBUBANYUMAS.COM, BANYUMAS – Target ambisius pengendalian sampah nasional dalam 2 hingga 3 tahun ke depan disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat meninjau Tempat Pengolahan Akhir (TPA) BLE di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Selasa (28/4/2026).


Dalam kunjungannya, Presiden mengaku terkesan dengan sistem pengelolaan sampah yang diterapkan di Kabupaten Banyumas.


Presiden mengatakan konsep pengelolaan sampah di Banyumas dinilai sederhana namun efektif.


"Saya sangat terkesan, saya benar-benar terkesan dan kepala dinas ya, ini satu terobosan, inisiatif yang sangat baik," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, saat meninjau TPA BLE, Kaliori, Selasa (28/4/2026). 


Menurutnya, pengelolaan sampah di TPA BLE mengandalkan teknologi yang tidak terlalu canggih, namun mampu bekerja efektif dengan memanfaatkan sebagian besar produk lokal.

PRABOWO KUNJUNGI TPA BLE KALIORI - Presiden Prabowo Subianto saat meninjau Tempat Pengolahan Akhir (TPA) BLE di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Selasa (28/4/2026). Dalam kunjungannya, Presiden mengaku terkesan dengan sistem pengelolaan sampah yang diterapkan di Kabupaten Banyumas.
PRABOWO KUNJUNGI TPA BLE KALIORI - Presiden Prabowo Subianto saat meninjau Tempat Pengolahan Akhir (TPA) BLE di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Selasa (28/4/2026). Dalam kunjungannya, Presiden mengaku terkesan dengan sistem pengelolaan sampah yang diterapkan di Kabupaten Banyumas. (Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati)


"Kita lakukan istilahnya pengolahan sampah dengan menggunakan teknologi yang tidak terlalu canggih, tapi efektif, sebagian besar produk lokal, dan dalam suatu rangkian sistem, dari rumah tangga sampai ke kabupaten," katanya.

Baca juga: AKP Waluyo Budiyono Jabat Kapolsek Rowokele, Polres Kebumen Rotasi Tiga Perwira


Ia menilai, sistem tersebut memiliki potensi besar untuk direplikasi di berbagai daerah di Indonesia, bahkan menjadi rujukan bagi negara lain.


"Jadi ini saya kira sangat efektif, menjadi contoh untuk banyak provinsi, banyak kabupaten, bahkan dari negara lain, ada yang kesini," lanjutnya.


Presiden juga mengungkapkan telah menerima laporan dari Gubernur Jawa Tengah bahwa sejumlah kabupaten mulai mengadopsi sistem serupa.


"Jadi saya juga dapat laporan dari Gubernur Jawa Tengah banyak kabupaten juga sudah ikut. 


Jadi ini nanti kita dari pemerintah pusat akan mendorong, dan saya akan turunkan bantuan langsung untuk kita perbaiki, kembangkan, dan bikin lebih efektif," tegasnya. 


Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga disampaikan target Pemerintah Kabupaten Banyumas mencapai kondisi bebas sampah pada 2028.


"Janji kata Bupati tahun 2028.  


Akhir 2028 Zero sampah," kata Presiden.


Presiden menegaskan bahwa pengelolaan sampah kini menjadi prioritas nasional yang harus segera ditangani secara serius.


"Sampah, pengolahan sampah, sekarang jadi prioritas nasional. 


Dalam 2 sampai 3 tahun harus kita kendalikan sampah seluruh Indonesia," jelasnya. 


Tak hanya soal sampah, Presiden juga menyinggung inovasi lain yang ditemui di lokasi, yakni penggunaan genteng sebagai bagian dari solusi perumahan.


"Genteng ini lumayan efektif terkait genteng cukup murah.  


Dan ini mungkin bisa masuk anggaran kita untuk bantuan perbaikan rumah," jelasnya. 


Ia menjelaskan, pemerintah saat ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 juta untuk perbaikan rumah, dengan estimasi Rp4–5 juta dapat digunakan untuk kebutuhan genteng.


"Anggaran perbaikan rumah sekarang Rp20 juta. 


Jadi ini satu rumah kita perhitungkan 4-5 juta untuk gentengnya," tambahnya. 


Presiden juga menyoroti pentingnya mengganti penggunaan atap seng yang mudah berkarat karena berdampak pada kesehatan penghuni.


"Kita mau hilangkan penggunaan seng yang bekarat. 


Bekarat itu nanti ujungnya tidak sehat untuk yang hunian," jelasnya. 


Di akhir pernyataannya, Presiden menegaskan komitmen pemerintah menciptakan lingkungan yang bersih dan layak huni, sekaligus mendukung sektor pariwisata.


"Kita akan kembalikan Indonesia menjadi Indonesia yang benar-benar indah. 


 Pariwisata itu bagus dan kita nyaman tinggalnya," tambahnya. (jti) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.