Jakarta (ANTARA) -

Pemerintah Kota Jakarta Utara meningkatkan pemahaman aparatur kelurahan tentang peran data dan statistik dalam mendukung pembangunan daerah lewat program "Kelurahan Cinta Statistik (Cantik)".

“Pembangunan saat ini harus berbasis data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan berdasarkan asumsi,” kata Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat di Jakarta, Selasa.

Ia menegaskan pembangunan tidak bisa lagi dilakukan berdasarkan asumsi. Data yang akurat, kata dia, menjadi fondasi utama agar kebijakan yang diambil dapat tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

Hendra berharap program Kelurahan Cinta Statistik dapat berkelanjutan dan tidak hanya sebatas pencanangan.

“Tetapi diikuti dengan pembinaan, monitoring, dan evaluasi secara konsisten,” kata dia.

Ia mengatakan Pemerintah Kota Jakarta Utara berharap setiap kelurahan mampu mengelola data dengan baik lewat program ini.

Ke depannya, kelurahan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendukung terwujudnya pembangunan yang lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.

Sementara itu, Kepala BPS Jakarta Utara Theresia Parwati mengatakan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk mendorong literasi statistik di tingkat kelurahan.

Menurut dia, data yang baik akan membantu pemerintah dalam merancang program yang lebih tepat sasaran.

Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman aparatur kelurahan terhadap pentingnya data, sekaligus mendorong penyelenggaraan statistik yang lebih baik di tingkat kelurahan.

"Statistik bukan hanya milik BPS, tetapi milik bersama dan dalam pelaksanaannya setiap kelurahan akan memiliki agen statistik yang bertugas membantu pengumpulan dan penyebaran informasi data kepada masyarakat," kata dia

Pemerintah Kota Jakarta Utara mencanangkan program Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) 2026 di Kelurahan Rawa Badak Utara dan Kelurahan Koja yang telah ditetapkan di Kantor Wali Kota Jakarta Utara pada Senin (27/4/2026)