Laporan Wartawan TribunJatim.com, Benni Indo
TRIBUNJATIM.COM, MALANG – Perjalanan Kereta Api Jayabaya relasi Stasiun Malang – Stasiun Pasarsenen dibatalkan pada Selasa (28/4/2026).
Akibat pembatalan tersebut, PT KAI mengembalikan uang tiket perjalanan kepada ratusan penumpang.
Kepala Stasiun Malang, Deni Wahyudi, mengatakan total penumpang terdampak pembatalan mencapai 246 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 147 penumpang telah melakukan pengembalian tiket hingga pukul 14:00 WIB.
“Sebagian besar pengembalian dilakukan melalui aplikasi. Sedangkan yang datang langsung ke loket ada 35 penumpang,” ujar Deni, Selasa (28/4/2026).
Menurut dia, proses pengembalian tiket berlangsung tertib dan lancar tanpa kendala berarti.
Baca juga: Obrolan Masinis KA Argo Bromo Anggrek dan Penumpang sebelum Tabrakan KRL di Bekasi, Bahas Kecepatan
Petugas juga telah memberikan informasi kepada calon penumpang terkait pembatalan perjalanan tersebut.
“Untuk pengembalian berjalan kondusif, lancar, tidak ada kendala berarti. Penumpang sudah terinformasi,” katanya.
Deni menjelaskan, pengajuan pengembalian tiket dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku, yakni maksimal dalam waktu 7 x 24 jam.
Baca juga: Kesaksian Penumpang KA Argo Bromo Anggrek Asal Surabaya: Tubuh Terdorong dan Barang Terlempar
Ia juga mengimbau masyarakat memastikan nomor telepon yang tercantum saat pemesanan sesuai dan aktif agar mudah menerima informasi terbaru dari pihak KAI.
Selain refund, penumpang juga diberikan opsi reschedule atau pindah jadwal perjalanan. Penumpang bisa memilih hari lain untuk perjalanan dengan KA Jayabaya.
“Kalau pindah jadwal bisa. Untuk pengembalian tiket juga bisa sesuai prosedur yang berlaku,” jelasnya.
Ia menegaskan, hingga saat ini pembatalan KA Jayabaya baru berlaku untuk keberangkatan tanggal 28 April 2026 saja. Belum ada informasi lanjutan terkait pembatalan untuk jadwal berikutnya.
“Yang pasti batal hari ini saja. Belum ada informasi lanjutan,” ujarnya.
Bisa saja KA Jayabaya berangkat kembali pada 29 April 2029. Pasalnya, KA Jayabaya relasi Pasarsenen – Stasiun Malang tetap berangkat sesuai jadwal pada 28 April 2026.
KA Jayabaya sendiri melayani perjalanan kelas eksekutif dan ekonomi. Dalam kondisi normal, kereta berangkat dari Stasiun Pasarsenen pukul 22.15 WIB dan tiba di Stasiun Malang pukul 10.45 WIB keesokan harinya.
Kereta tersebut melintasi sejumlah kota besar seperti Cirebon, Semarang, Surabaya, hingga Malang. Deni mengimbau masyarakat tetap menggunakan moda transportasi kereta api dan terus memantau informasi resmi dari PT KAI terkait jadwal perjalanan.
“Kami berharap masyarakat tetap menggunakan kereta api dan selalu mengikuti informasi resmi,” pungkasnya.
Salah satu penumpang yang gagal berangkat dengan KA Jayabaya adalah Agus Widodo. Ia telah menukarkan tiket kereta api yang telah dipesan untuk perjalanan ke Jakarta. Ia sedianya akan berangkat menggunakan KA Jayabaya untuk keperluan bekerja.
“Saya mau batalkan tiket, soalnya ada pembatalan akibat kecelakaan di Bekasi itu,” ujar Agus saat ditemui di loket pembatalan tiket, Selasa (28/4/2026).
Agus menjelaskan, ia baru mengetahui adanya pembatalan perjalanan saat dalam perjalanan menuju stasiun. Informasi tersebut didapat setelah mengecek aplikasi KAI Access.
“Waktu dari Dampit ke sini, saya cek di aplikasi kok sudah tidak ada. Ternyata memang ada pembatalan,” katanya.
Setelah memastikan informasi tersebut, Agus kemudian mendatangi loket untuk melakukan pembatalan tiket. Ia menyebut, pengembalian dana tiket dilakukan secara penuh.
“Refund 100 persen. Tadi tiketnya Rp 430 ribu,” ungkapnya.
Meski demikian, pembatalan tersebut memaksanya mengubah rencana perjalanan. Untuk tetap bisa sampai ke Jakarta, Agus memilih beralih menggunakan moda transportasi lain.
“Sekarang mau naik bus dari Arjosari. Belum beli tiket, nanti cari yang langsung ke Priok saja,” ujarnya.
Agus menambahkan, perjalanan tersebut penting karena berkaitan dengan pekerjaannya di bidang pelayaran.
“Saya kerja di laut, jadi harus tetap berangkat,” pungkasnya.