Trenggalek Genjot Vaksinasi Ternak Jelang Idul Adha, Ada 24 Ribu Dosis
Januar April 28, 2026 06:14 PM

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Madchan Jazuli

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Kondisi ternak menjelang Hari Raya Idul Adha di Trenggalek belum ada laporan kasus baru Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). 

Kendati demikian Dinas Peternakan menggenjot vaksinasi baik sapi maupun kambing sebanyak 24 ribu dosis.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) Dinas Peternakan Trenggalek, Ririn Hari Setiani menerangkan jumlah vaksin untuk sapi, yang terbagi dalam dua tahap masing-masing 12 ribu dosis.

Vaksinasi juga diberikan kepada kambing sebagai bagian dari upaya menekan penyebaran virus.

"Vaksinasi masih terus berjalan. Tahap pertama 12 ribu dosis, dan tahap kedua juga 12 ribu dosis untuk sapi. Kami juga melakukan penyuntikan pada kambing," kata Ririn, Selasa (28/4/2026).

Bukan hanya vaksinasi, pemantauan di pasar hewan juga diperketat. Petugas secara rutin memeriksa kondisi ternak yang diperjualbelikan untuk memastikan dalam keadaan sehat dan bebas dari gejala PMK. 

Langkah ini penting mengingat mobilitas ternak meningkat, menjelang Idul Adha tidak hanya dari Trenggalek yang masuk.

Ririn mengingatkan para peternak untuk mewaspadai gejala PMK seperti demam tinggi, keluarnya cairan berlebih dari hidung dan mulut, serta munculnya luka atau sariawan di bagian mulut, lidah, hingga hidung.

Baca juga: Jelang Idul Adha 2026, Pemprov Jatim Jamin Kesehatan Hewan Kurban Bebas dari PMK

Ia juga menyoroti peran kambing yang bisa menjadi pembawa virus tanpa menunjukkan gejala klinis. menerangkan sampai akhir April tidak ditemukan kasus baru PMK. 

Akan tetapi, pada awal tahun sempat tercatat 23 kasus pada ternak, dengan satu ekor di antaranya dilaporkan mati.

"Untuk saat ini belum ada laporan kasus baru PMK. Tapi di awal tahun memang sempat ada 23 kasus, dengan satu kematian," akuinya.

Sebagai langkah antisipasi, vaksinasi terhadap hewan ternak terus dilakukan secara bertahap. 

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah daerah optimistis penyebaran PMK dapat ditekan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan aman dan nyaman.

Ririn mengaku Kasus pertama PMK di Trenggalek tahun 2022 itu berasal dari kambing yang tampak sehat, tapi hasil laboratorium positif. 

"Ini yang harus diwaspadai karena bisa menularkan ke sapi dalam satu kandang," ulasnya.

Sementara Kepala Desa Karanganom, Muntingah mencatat di wilayahnya terdapat sapi dan kambing 20 ekor yang mengalami gejala PMK.

Lalu, dinyatakan sembuh sebanyak 25 ekor. Sedangkan yang tidak tertolong tidak banyak hanya sekitar 15 ekor.

"Yang tidak tertolong ada 15an ekor langsung dikebumikan," ujar Muntingah.

Muntingah berharap menjelang Hari Idhul Adha dari Dinas Peternakan untuk turun kelapangan untuk memberikan pencerahan kepada pemilik ternak.

"Edukasi itu dilakukan baik sapi atau kambing. Terutama vitamin atau vaksin supaya sapi kebal dan sehat," tandasnya. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.