RS Polri Ungkap Hambatan Identifikasi Korban KA Bekasi, Keluarga Diminta Bawa Data Sidik Jari
Nathanael MoerRahardian April 28, 2026 06:42 PM

- Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru Yuliharyono, menyatakan adanya kendala dalam proses identifikasi jenazah korban tabrakan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

"Ada beberapa kendala, di mana jenazahnya pada saat kita cek di MAMBIS-nya tidak keluar identitasnya. Tetapi ini kita lagi dalami lagi," kata Prima di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026).

RS Polri meminta keluarga korban membawa tanda identitas spesifik saat melapor ke posko antemortem.

Prima menjelaskan, untuk memperlancar proses identifikasi, pihak keluarga perlu membawa data-data yang detail.

"Yang dibawa, mungkin identitas ya, mungkin perlu foto yang kelihatan giginya, ya, terus identitas yang ada sidik jarinya," ungkapnya.

Prima mencontohkan bahwa dokumen seperti ijazah juga dapat membantu proses identifikasi karena seringkali memuat sidik jari.

RS Polri hingga kini telah menerima 10 kantong jenazah korban tabrakan yang terjadi pada Senin malam (27/4/2026).

Adapun, insiden bermula saat KRL Commuter Line dari arah Jakarta menuju Cikarang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.

Pemberhentian ini terjadi lantaran Commuter Line dari arah Cikarang menuju Bekasi mengalami insiden menabrak mobil taksi di jalur yang sama.

Ketika KRL Commuter Line Jakarta-Cikarang berhenti, Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek melintas dari arah belakang dan langsung menghantamnya.

Berdasarkan data teranyar, kecelakaan ini mengakibatkan 15 orang meninggal dan 84 mengalami luka-luka.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.