BANGKAPOS.COM -- Inilah sosok Sausan Sharifa, salah satu korban selamat dalam insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, yang terjadi pada Senin malam (27/4/2026).
Sausan menjadi salah satu penumpang yang berhasil selamat dan kemudian menceritakan kembali detik-detik mencekam yang ia alami di lokasi kejadian.
Ia mengungkapkan bahwa perjalanan dimulai setelah dirinya pulang kerja. Saat itu, ia menaiki Commuter Line dari Stasiun Pasar Senen dengan tujuan akhir Stasiun Tambun.
Namun, suasana mulai terasa tidak normal ketika kereta tiba di Stasiun Bekasi Timur. Ia mendengar adanya pengumuman terkait insiden kecelakaan yang melibatkan kereta dan sebuah taksi di lintasan.
Baca juga: Video : Kapal Pesiar Mewah Rusia Tembus Selat Hormuz di Tengah Ketegangan Iran-AS
Kondisi tersebut membuat para penumpang mulai merasa cemas karena perjalanan tertunda cukup lama tanpa kepastian.
Dalam situasi itu, Sausan sempat menghubungi kerabatnya untuk meminta saran, apakah harus tetap bertahan di dalam kereta atau turun di Stasiun Bekasi Timur.
Namun ketegangan semakin meningkat ketika tiba-tiba terdengar suara klakson keras dari arah yang tidak diketahui.
Menurut Sausan, momen itu terjadi begitu cepat hingga sulit dipahami oleh para penumpang.
"Pas banget, pas banget habis chat dia itu, ya kejadiannya sepersekian detik," tutur Sausan menceritakan.
Ia juga menyebut bahwa sebelum benturan keras terjadi antara gerbong wanita Commuter Line dan lokomotif Argo Bromo, ia sempat melihat seorang penumpang nekat melompat keluar dari kereta melalui jendela.
Penumpang tersebut, kata Sausan, berada di area dekat sekat antara gerbong penumpang dan kabin masinis.
"Yang saya lihat itu memang yang kebetulan menyandar di belakang dekat masinis, jadi dia sudah langsung lompat, yang lain sudah enggak ada kesempatan ngapa-ngapain," ujarnya.
Tak lama setelah itu, benturan keras pun tak terhindarkan ketika lokomotif Argo Bromo menghantam bagian belakang gerbong wanita Commuter Line. Akibatnya, para penumpang yang berada di dalam gerbong terpental dan saling bertumpuk.
Sausan menggambarkan kondisi di dalam gerbong sangat kacau dan penuh kepanikan.
"Sudah semuanya terlalu menyeramkan buat saya, karena semuanya numpuk, orang tuh numpuk dari paling bawah termasuk saya," ucapnya.
Dalam kondisi masih sadar, ia mengingat jelas teriakan para penumpang perempuan yang histeris dan meminta pertolongan di tengah situasi mencekam tersebut.
Ia bahkan sempat terpental ke atas tumpukan penumpang lain dan merasa sangat terpukul secara mental akibat kejadian itu.
"Dan waktu pertama kali saya terlempar itu juga saya sudah mikirnya 'eh saya meninggal deh' gitu kan. Karena semua orang sudah teriak-teriak apalagi perempuan semua kan sudah yang teriaknya histeris banget," ujarnya.
"Terus saya kayak sudah 'ah ini kalau sudah meninggal ya sudah gimana nih kalau misalkan ini'," sambung Sausan.
Meski demikian, perasaan tersebut akhirnya berubah ketika ia berhasil diselamatkan oleh petugas yang dibantu penumpang lain yang selamat.
Proses evakuasi terhadap Sausan berjalan relatif cepat karena posisinya berada di bagian atas tumpukan penumpang, sehingga lebih mudah dijangkau oleh petugas.
"Iya saya bersyukur banget, Alhamdulillah banget karena saya ada di atas. Jadi ketika evakuasi enggak terlalu lama, jadi didahului karena yang paling atas dulu kan dimulai," ucapnya.
Saat ini, Sausan masih menjalani perawatan di RSUD Bekasi dan dijadwalkan menjalani operasi akibat luka yang dialaminya.
Ia mengalami sejumlah cedera, di antaranya patah tangan serta luka serius di bagian paha akibat tertancap benda tumpul.
(Tribun Trends/Tribunnews/Bangkapos.com)