Identitas Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Ada Wartawati Kompas TV
Refly Permana April 28, 2026 08:27 PM

 

SRIPOKU.COM - Sepuluh jenazah korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, yang terjadi Senin (28/4/2026) malam, telah berhasil teridentifikasi.

Satu dari sepuluh jenazah tersebut diketahui adalah wartawati Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadhyna (32).

Sebelum diketahui menjadi korban, keluarga sempat hilang kontak dengan Nur Ainia.

Insiden kecelakaan bermula saat KRL Commuter Line dari arah Jakarta menuju Cikarang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur. 

KRL berhenti lantaran Commuter Line dari arah Cikarang menuju Bekasi mengalami insiden menabrak mobil taksi di jalur yang sama.

Baca juga: Pengakuan Sopir Taksi Hijau yang Viral Saat Kecelakaan Kereta Api Jarak Jauh Dengan Commuter Line

Ketika KRL Commuter Line Jakarta–Cikarang berhenti, kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek melintas dari arah belakang dan langsung menghantamnya.

Berdasarkan data terbaru, kecelakaan ini mengakibatkan 15 orang meninggal dan 84 orang mengalami luka-luka.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol. Prima Heru Yuliharyono, pada Selasa (28/4/2026) menyatakan sepuluh jenazah korban tabrakan kereta api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur telah berhasil teridentifikasi.

Mereka adalah:

- Tutik Anitasari (Perempuan (p)/31 tahun)

- Harum Anjasari (P/27)

- Nur Alimantun Citra Lestari (P/19)

- Farida Utami (P/52)

- Vica Acnia Fratiwi (P/23)

- Ida Nuraida (P/48)

- Gita Septia Wardany (P/20)

- Fatmawati Rahmayani (P/29)

- Arinjani Novita Sari (P/25), dan

- Nur Ainia Eka Rahmadhyna (P/32).

Baca juga: Isi Chat Bu Guru Ela Sebelum Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Jadi Perjalanan Pulang Terakhir

Adik Nur Ainia, Luthfi Dwi Fajar Riansyah, mengaku sempat mencari keberadaan sang kakak.

Ian, sapaannya, mengatakan mencari kakaknya di beberapa rumah sakit di Bekasi. 

Namun, upaya yang dilakukan tidak membuahkan hasil.

Ian menyebut ciri-ciri Nur Ainia memakai kemeja biru muda, sweter berwarna merah, dan celana jins biru.

"Saya dari semalam mencari-cari, tidak ada. Dan untuk ciri-cirinya memakai baju, entah itu kemeja putih atau biru muda. Yang jelas dia memakai sweter marun atau merah muda, lalu jins warna biru muda," katanya dikutip dari YouTube Kompas TV.

Dia mengatakan Nur Ainia selalu turun di Stasiun Tambun saat pulang kerja.

"(Turun) Di Tambun Selatan. Saya juga tiap hari yang antar-jemput," ujarnya.

Ian menceritakan kakaknya memiliki kebiasaan untuk mengabarinya sebelum kereta yang ditumpanginya tiba di Stasiun Tambun.

Namun, saat insiden kecelakaan kereta pada kemarin malam, dia mengatakan Nur Ainia tidak memberikan kabar sama sekali.

"Kakak saya itu kalau pulang selalu mengabari saya 20 menit sebelum sampai Stasiun Tambun Selatan. Cuma selama sejam kemarin, tidak ada kabar," cerita Ian sambil menangis.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.