Ramai Disorot di Media Sosial, Benarkah Konsumsi Ikan Asin Bisa Sebabkan Kanker? 
Misran Asri April 28, 2026 07:54 PM

Ikan asin mengandung nitrosamin yang terbentuk selama proses pengasinan dan penjemuran

PROHABA.CO - Muncul unggahan di media sosial X yang menyatakan bahwa ikan asin termasuk ke dalam kategori karsinogenik, yakni makanan penyebab kanker pada manusia. Hal tersebut tentu memunculkan kekhawatiran. 

Diketahui ikan asin merupakan salah satu makanan pendamping yang digemari umumnya oleh masyarakat Indonesia. 

Makanan ini sudah enak meski hanya disantap dengan nasi dan sambal. 

Sejumlah warganet mengaku kaget dan tak menyangka bahwa makanan tersebut berbahaya. 

Sementara beberapa warganet lainnya sudah mengkhawatirkan hal tersebut. 

Warganet menduga, zat karsinogenik dalam ikan asin disebabkan karena proses pembuatannya yang kurang higienis. 

"Dari dulu juga ikan asin diragukan kebersihannya pada proses pembuatannya," tulis @joni_me****, (13/4/2026). 

Baca juga: 7 Manfaat Pisang Saat Berbuka Puasa, Energi Cepat Pulih dan Jaga Kesehatan Jantung

Baca juga: 5 Manfaat Mengonsumsi Kurma saat Buka Puasa, Dari Pencernaan Lancar hingga Jaga Kesehatan Jantung

Ikan asin mengandung nitrosamin yang terbentuk selama proses pengasinan dan penjemuran. Zat ini bersifat karsinogenik (pemicu kanker). 

Benarkah ikan asin menyebabkan kanker pada manusia? 

Penyebab ikan asin termasuk karsinogenik Ahli gizi dari Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Toto Sudargo, mengonfirmasi bahwa proses pengasinan dan pengeringan ikan asin membuat makanan tersebut bersifat karsinogenik. 

Menurut Toto, pengeringan dan pengasinan merupakan salah satu upaya untuk mengawetkan masa simpan produk-produk hasil laut. 

Meski demikian, sering kali proses dan tahapan-tahapannya dilakukan secara sembarangan dan kurang diperhatikan kebersihannya. 

Misalnya, pembersihan ikan kurang optimal hingga proses pengeringan yang sangat bergantung dengan alam. 

Nelayan di Indonesia umumnya mengeringkan ikan asin dengan sinar Matahari. 

Baca juga: Waspada Lingkar Leher Besar Bisa Jadi Masalah Kesehatan Serius

"Padahal harus diingat bahwa jika cuaca atau musimnya sedang tidak baik itu bukan malah tambah kering, tapi tambah basah dan lembab," kata Toto, saat dihubungi Kompas.com, Senin (27/4/2026). 

Lingkungan yang lembab ini biasanya mengundang belatung dan bau busuk pada ikan asin. 

Untuk mencegahnya, beberapa oknum menggunakan zat-zat anti belatung atau anti lalat, seperti formalin dan boraks. 

Toto mengatakan, zat tambahan inilah yang menyebabkan kanker pada manusia. 

"Karena dosis formalin yang diberikan untuk mengawetkan ikan asin itu kita tidak tahu besarnya berapa, maka ketika dimakan itu akan terakumulasi," kata dia. 

"Zat tersebut kemudian akan menumpuk, tersimpan dalam jaringan lemak yang tidak dibuang sehingga menimbulkan percepatan pertumbuhan sel yang ganas," imbuh Toto. 

Baca juga: Terlalu Kaku Soal Jam Tidur Bisa Berdampak Buruk pada Kesehatan Otak

Kandungan nitrosamin sebabkan kanker Penggaraman, pengeringan, dan penyimpanan yang lama terhadap ikan asin membuat makanan ini mengandung nitrosamin yang tinggi. 

Zat ini bersifat karsinogenik yang bisa memicu kanker nasofaring (KNF). 

KNF adalah jenis kanker ganas yang muncul pada daerah nasofaring atau area di atas tenggorokan dan di belakang hidung. 

Dikutip dari Kompas.com (2023), sebuah penelitian menemukan bahwa mengonsumsi ikan asin lebih dari tiga kali dalam sebulan bisa meningkatkan risiko terkena KNF sebesar 1,7-7,5 kali. 

Meski demikian, tidak ada larangan untuk makan ikan asin selama porsinya wajar. 

Di samping itu, Toto juga membagikan tips untuk memilih ikan asin yang tidak mengandung formalin yang berbahaya. 

Baca juga: 14 Manfaat Daun Jambu Biji untuk Kesehatan, Atasi Diare hingga Menyembuhkan Luka

Caranya adalah menghindari ikan asin yang bersih dari lalat dan semut saat dijual. 

Cara lainnya adalah dengan memperbanyak konsumsi sayur. 

"Perbanyak makan sayur. Perbanyak makan sayur karena sayur adalah suatu bahan pangan yang kandungan sel nutrisi tinggi dan bisa mereduksi bahan-bahan yang berbahaya sebelum diproses pencernaan lebih jauh," kata Toto. 

Kandungan serat di dalam sayur kemudian akan mendorong bahan-bahan berbahaya di dalam tubuh untuk dibuang lewat feses. 

Menurut Toto, ini adalah cara yang paling ideal untuk mencegah bahaya karsinogeni di dalam ikan asin.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.