Kembangkan Industri Hilir Terkendala Anggaran, Pemkab Bangka Selatan Minta Dukungan DPRD
Hendra April 28, 2026 08:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mulai memprioritaskan penyusunan roadmap atau peta jalan hilirisasi sebagai langkah strategis mendorong pengembangan industri berbasis potensi daerah.

Upaya ini dilakukan untuk memperkuat nilai tambah komoditas unggulan yang selama ini masih banyak dijual dalam bentuk mentah.

Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, pemerintah daerah tetap berkomitmen mempercepat perencanaan hilirisasi. Langkah ini diharapkan menjadi pijakan awal dalam menarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bangka Selatan, Kartikasari, mengatakan pada dasarnya pemerintah daerah siap mendorong hilirisasi berbagai sektor.

Namun, penyusunan roadmap hilirisasi saat ini masih terkendala keterbatasan anggaran yang tersedia. Meski demikian, upaya percepatan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.

“Pada dasarnya kita siap untuk mendorongnya hilirisasi, namun penyusunan roadmap membutuhkan anggaran,” ujar dia kepada Bangkapos.com, Selasa (28/4/2026).

Kartikasari menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan segera memprioritaskan penyusunan peta potensi hilirisasi secara bertahap.

Tidak hanya terbatas pada sektor kelapa sawit, tetapi juga mencakup berbagai sektor unggulan lainnya. Langkah ini dinilai penting agar pengembangan hilirisasi dapat dilakukan secara terarah dan berkelanjutan.

Dalam mendorong realisasi investasi, pemerintah daerah terus melakukan promosi potensi daerah kepada investor. Berbagai upaya dilakukan, termasuk menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak seperti Bank Indonesia.

Strategi ini ditargetkan mampu menarik minat investor untuk menanamkan modal di Kabupaten Bangka Selatan.

Pemerintah daerah masih menawarkan Kawasan Industri Sadai sebagai lokasi utama pengembangan industri hilirisasi. Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pusat industri di Kabupaten Bangka Selatan.

Selain itu, keberadaan kawasan industri ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.

“Kami masih menawarkan Kawasan Industri Sadai sebagai tempat untuk industri hilirisasi di Kabupaten Bangka Selatan,” jelas Kartikasari.

Menurutnya, Kabupaten Bangka Selatan sangat memungkinkan untuk pengembangan hilirisasi, khususnya di sektor kelapa sawit. Hal ini didukung dengan keberadaan lima pabrik kelapa sawit yang telah beroperasi di wilayah tersebut.

Selain itu, jumlah perusahaan perkebunan sawit yang mencapai 23 unit menjadi potensi besar bagi pengembangan industri hilir. Pemerintah daerah menargetkan agar aktivitas hilirisasi dapat dilakukan langsung di Kabupaten Bangka Selatan.

Dengan demikian, nilai tambah dari komoditas yang dihasilkan dapat dinikmati oleh daerah dan masyarakat setempat. Langkah ini juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru. Namun semuanya perlu dukungan DPRD, khususnya dalam hal penganggaran untuk penyusunan peta potensi hilirisasi. Tanpa dukungan tersebut, proses perencanaan dikhawatirkan tidak berjalan optimal. Oleh karena itu, sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci keberhasilan program ini.

“Kami membutuhkan dukungan DPRD mengenai anggaran dalam penyusunan peta potensi hilirisasi,” sebutnya.

Selain sektor perkebunan, pemerintah daerah juga melihat potensi besar hilirisasi di sektor kelautan dan perikanan. Selama ini, hasil tangkapan nelayan seperti ikan dan udang masih banyak dibawa ke luar daerah, bahkan diekspor melalui kota lain. Kondisi ini dinilai menjadi peluang yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Di sektor pertanian, hilirisasi dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam rangka memperkuat ketahanan pangan daerah. Pengolahan hasil pertanian di dalam daerah diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan. Dengan berbagai potensi yang dimiliki, pemerintah daerah optimistis hilirisasi dapat menjadi motor penggerak ekonomi.

“Ketahanan pangan dari sektor pertanian sangat berpotensi dilakukan hilirisasi,” pungkas Kartikasari. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.