Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI- "Mamah dimana," menjadi pesan singkat WhatsApp yang dikirim anak Nurlaela (39) korban meninggal kecelakaan kereta antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi di sekitar Stasiun Bekasi Timur.
Dihadapan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, anak tunggal almarhum Nurlaela menceritakan dirinya sempat mengirimkan pesan WA kepada ibunya pada pukul 17.30 WIB pada Senin (27/4/2026).
Tak lama pesan itu langsung dibalas oleh ibunya. Balasan pesan itu ialah bahwa almarhumah masih di sekolah dan akan pulang malam.
"Kamu ada kontak ibu engga, WA apa," tanya Dedi Mulyadi.
Anak Nurlaela menjawab dirinya menanyakan keberadaan ibunya dan kapan pulang.
"Iya, mamah dimana. Iya (dijawab) masih di sekolah pulang malam," ujar anak almarhumah.
Dedi Mulyadi kembali menanyakan apakah sang anak minta dibelikan sesuatu atau makanan kepada ibunya saat pulang ke rumah.
Lalu, anak Nurlaela menjawab tidak. Sang anak juga tidak membalas pesan ibunya setelah dijawab pulang malam. Sebab, biasanya jika ada kegiatan tambahan di sekolah ibunya memang kerap pulang malam.
Akan tetapi sampai hampir tengah malam sang ibu tidak kunjung pulang.
Baca juga: KDM Berikan Santunan Rp50 Juta untuk Keluarga Nurlaela, Putranya Jadi Anak Angkat
Baca juga: AHY Berharap Perlintasan Sebidang Dijaga, Prabowo Langsung Gelontorkan Rp4 T Bangun Flyover
"Biasanya kalau ada kegiatan jam 9 atau 10 itu sudah pulang. Ini belum pulang-pulang juga," lirih suami Nurlaela membantu menjawab pertanyaan Dedi Mulyadi.
Suami juga menceritakan pada subuh hari ia mengeluarkan motornya untuk dipanaskan. Selanjutnya masuk ke dalam rumah kembali.
Sehingga ia tidak melihat langsung ketjka istrinya pergi berangkat kerja dan tidak biasanya korban Nurlaela tidak salam untuk pamit berangkat.
Meski demikian, Nurlaela pamit dengan bibinya yang rumahnya bersebelahan.
"Saya sempat keluarin motor, engga (pamit) tapi ke bibi pamit. Soalnya saya langsung masuk ke dalam habis keluarin motor," kata suami Nurlaela bercerita ke Dedi Mulyadi.
Ia juga bercerita istrinya sudah empat tahun menjadi guru di SD Negeri Pulogebang II Jakarta Timur.
Istrinya menempuh pendidikan strata satu (S1) guru sekolah dasar di Universitas Negeri Jakarta di Ramawangun, Jakarta Timur dan baru tiga bulan lalu menyelesaikan pendidikan magister di kampus yang sama.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM mendatangi rumah duka korban meninggal kecelakaan kereta bernama Nurlaela (40) di Kampung Ceger, RT 02/RW 02, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi pada Selasa (28/4/2026) sore.
Kedatangannya bersama pejabat Pemprov Jabar langsung diterima keluarga korban. KDM langsung berbincang dengan ibu dan ayah korban yang telah menunggu di depan rumahnya.
Kemudian, KDM masuk ke dalam rumahnya. Di dalam ia bertemu dengan suami dan anak korban Nurlaela.
Kurang lebih 20 menit KDM menayakan cerita dari keluarga mengenai kejadian yang menimpa Nurlaela.
Tak lama itu, KDM mengungkap akan menjadikan anak Nurlaela sebagai anak angkatnya dan menjamin biaya untuk sekolahnya sampai kuliah.
Pada kesempatan itu, KDM menyampaikan belasungkawa dan memberikan uang santunan sebesar Rp 50 juta.
Kepada awak media, Dedi Mulyadi mendorong investigatif yang dilakukan pihak berwenang untuk mencari tahu penyebab kecelakaan tersebut.
"Saya dan atas nama pemerintah provinsi mengucapkan rasa duka kami. Kepada keluarga almarhuman Nurlaela dan juga korban lainnya baik yang meninggal, luka-luka yang masih dirawat maupun sudah pulang," kata Dedi Mulyadi.
Dedi menegaskan kembali semua hal terkait kecelakaan harus diinvestigasi dengan baik, sehingga di Indonesia tidak boleh ada lagi kecelakaan kendaraan angkutan massal atau transportasi publik yang menyebabkan korban jiwa.
"Kita berkomitmen berikan bantuan alami luka-luka, masih dirawat maupun sudah meninggal dan ini bersama-sama karena ditangani BPJS, KAI, asuransi dan termasuk bapak presiden sudah turun," kata dia.
Tangis haru menyelimuti pemakaman Nurlaela (30) warga Cikarang Timur Kabupaten Bekasi salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi di sekitar Stasiun Bekasi Timur.
Korban merupakan warga Kampung Ceger, RT 02/RW 02, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Jenazah dimakaman di pemakaman tak jauh dari rumah duka. (MAZ)
KDM KECELAKAAN KERETA/ Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM bersama suami dan anak korban meninggal kecelakaan kereta Nurlaela (40) di rumah duka di Kampung Ceger, RT 02/RW 02, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi pada Selasa (28/4/2026) sore. (Muhammad Azzam/ Tribun Bekasi).