BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Pasca ambruknya ruang kelas VI SDN Binuang 10 di Jalan Cempaka Ray 5, Kelurahan Raya Belanti, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Senin (28/4/2026), kondisi di lokasi kejadian belum banyak berubah.
Pantauan di lapangan, bangkai atap bangunan masih menutupi lantai ruang kelas tersebut. Material reruntuhan belum dibersihkan, sehingga aktivitas di area sekolah masih terganggu.
Tak hanya itu, bangunan rumah warga yang berada tepat di samping sekolah juga terdampak.
Kondisinya kini miring dan mengalami kerusakan cukup serius. Meski rumah tersebut dalam keadaan kosong, warga sekitar tetap merasa khawatir.
“Perlu diperbaiki. Pemilik rumah memang sudah meninggal dunia, tapi anaknya ada tiga, jadi perlu diganti rumah yang rusak itu,” ujar seorang warga di sekitar lokasi bernada emosi.
Ketua Komite SDN Binuang 10, Pahrudin, mengungkapkan hingga saat ini pihak ahli waris rumah belum menyampaikan laporan resmi terkait kerusakan tersebut.
Baca juga: Polres Batola Kawal Progres Jembatan Merah Putih Desa Bagagap, Bantu Percepatan Pengerjaan
“Hari ini saya ke Banjarmasin. Belum ada laporan atau aduan dari pemilik rumah yang terdampak, jadi saya tinggal dulu ke Banjarmasin,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Sementara itu, wali murid kelas VI, Herdawati, berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk membangun kembali ruang kelas yang ambruk.
Kader PKK Kelurahan Raya Belanti itu menyebut, kondisi ini sangat mengganggu proses belajar mengajar.
Sejak bangunan mulai miring, aktivitas belajar siswa kelas VI terpaksa dipindahkan dengan meminjam ruang kelas di madrasah terdekat.
“Setelah bangunan kelas itu dikunjungi Bupati Tapin dan rombongan, sempat datang angin kencang sehingga bangunan makin miring. Minggu kemarin akhirnya ambruk juga karena angin kencang dan hujan,” jelasnya.
Kepala SDN Binuang 10, Yani, menambahkan harapannya agar pemerintah tidak hanya fokus pada rehabilitasi ruang kelas yang ambruk.
Dia juga mengusulkan pembangunan fasilitas pendukung lainnya, seperti pagar sekolah serta dua unit toilet untuk guru dan siswa.
“Kami berharap tidak hanya perbaikan kelas, tapi juga dibangunkan pagar dan toilet untuk menunjang kenyamanan belajar,” pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)